SiLPA Medan 2025 Capai Rp592 Miliar, Pemkot Jelaskan Penyebab
Medan, 22 Juni 2026 — Wali Kota Medan Rico Waas menyampaikan tingginya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp592 miliar dipengaruhi kebijakan efisiensi anggaran dan faktor teknis dalam rapat paripurna DPRD Kota Medan.
Rapat paripurna dan penjelasan kepala daerah
Penjelasan tersebut disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Kota Medan yang dipimpin Ketua DPRD Wong Chun Sen. Rapat digelar di Gedung DPRD dan dihadiri Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap, Forkopimda, pimpinan OPD, serta anggota DPRD.
Rico mengatakan SiLPA yang tinggi menandakan realisasi pendapatan daerah lebih besar dibandingkan realisasi belanja daerah. Di sisi lain, pemkot memilih langkah efisiensi untuk menjamin efektivitas belanja.
"SiLPA mencerminkan capaian kinerja pendapatan daerah yang semakin optimal sehingga realisasi pendapatan daerah lebih besar dari belanja daerah," ujar Rico Waas.
Penyebab penyerapan belanja menurun
Menurut Pemkot, penurunan realisasi belanja dipengaruhi beberapa faktor. Pertama, kebijakan efisiensi atau penghematan anggaran yang membatasi penyerapan belanja secara cepat.
Kedua, ada penyesuaian kebutuhan di lapangan serta kendala teknis proses pengadaan. Ketiga, masalah pembebasan lahan dan perubahan kebijakan turut memperlambat pelaksanaan program.
Respons terhadap infrastruktur rusak dan aset daerah
Menanggapi sorotan tentang banyaknya infrastruktur yang rusak, Pemkot memastikan perbaikan tetap dilakukan dengan mengedepankan skala prioritas dan respons cepat.
Rico menegaskan pemerintahan kota akan melakukan inventarisasi dan evaluasi aset. Termasuk meninjau nilai sewa serta kebijakan pengelolaan barang dan aset daerah.
"Secepatnya kita inventarisasi semuanya," tambahnya mengenai pengelolaan aset Pemko Medan.
Program mitigasi banjir dan penerangan jalan
Pemkot berencana memaksimalkan fungsi kolam retensi sebagai upaya mengatasi banjir. Selain itu, peningkatan pelayanan publik menjadi fokus berkelanjutan.
Terkait penerangan, Pemerintah Kota telah menganggarkan pemasangan lampu penerangan jalan umum (LPJU) baru sebanyak seribu titik pada 2026. Titik pemasangan akan tersebar di wilayah yang selama ini belum terpasang LPJU.
Keluhan pemadaman listrik
Soal keluhan pemadaman listrik yang mengganggu masyarakat, Wali Kota menyatakan aspirasi akan disampaikan kepada pihak terkait agar mendapat tindak lanjut segera.
Rico menilai pemadaman memberi dampak kerugian bagi warga dan meminta koordinasi lebih baik dengan pihak penyedia layanan listrik.
Pemkot menegaskan komitmen untuk memperbaiki tata kelola anggaran, mempercepat realisasi program prioritas, dan memastikan manfaat pembangunan dirasakan langsung oleh masyarakat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Rico Waas: Pelantikan ICMI Muda Medan Harus Jadi Aksi Nyata
Wali Kota Medan Rico Waas minta ICMI Muda Medan yang baru dilantik langsung bergerak dengan roadmap kerja da...
Tapanuli Highlands Festival 2026: Pulau Sibandang Tampil sebagai Destinasi Sport Tourism
Pulau Sibandang dan Muara dipromosikan lewat Tapanuli Highlands Festival 2026; 65 peserta mengikuti lomba re...
Kejati Aceh Gelar Seleksi Jabatan Eselon III.b dengan Sistem Merit
Kejati Aceh menggelar seleksi Jabatan Eselon III.b pada 2 Oktober 2026 menggunakan sistem merit untuk menjar...
Polsek Gunung Malela Tangkap Dua Pengedar Sabu di Siantar
Polsek Gunung Malela menangkap MD (45) dan AID (27) di Siantar, 30/9, serta menyita sabu dan barang bukti la...
Puluhan Remaja Masjid Al Ikhlas Gelar Tadabbur Alam di Medan
Puluhan remaja Masjid Al Ikhlas mengadakan Tadabbur Alam di Medan Selayang untuk mempererat ukhuwah dan meng...
Rico Waas Janji Tangani Banjir dan Tambah 10.000 CCTV di Medan
Wali Kota Medan Rico Waas janji solusi banjir di Kelurahan Beringin, rencanakan drainase, parit, pembersihan...