Lokal

Plt Sekda Hadiri Silaturahmi Akbar IKAGARA dan Peusijuek Kapolda

Bagikan:
Plt Sekda Aceh Taufik hadir di Silaturahmi Akbar IKAGARA dan Peusijuek Kapolda Aceh

Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Taufik ST M.Si, menghadiri Silaturrahmi Akbar Masyarakat Aceh Tenggara yang digelar Ikatan Keluarga Aceh Tenggara (IKAGARA) di Anjong Mon Mata, Sabtu (10/10). Kegiatan tersebut sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan melakukan prosesi peusijuek untuk Kapolda Aceh.

Apresiasi Pemerintah Aceh

Atas nama Pemerintah Aceh, Taufik menyampaikan apresiasi atas inisiatif IKAGARA menyelenggarakan acara yang mempertemukan warga perantauan dengan tokoh daerah. Ia menilai kegiatan seperti ini penting untuk mempererat ikatan emosional dan rasa memiliki terhadap kampung halaman.

Pesan tentang Maulid dan Kebersamaan

Taufik mengajak warga menjadikan peringatan Maulid sebagai momentum meneladani akhlak Nabi Muhammad, khususnya dalam membangun hubungan yang harmonis dan mengedepankan musyawarah. Ia menekankan bahwa kegiatan keagamaan harus berperan memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman Aceh.

"Silaturahmi seperti ini bukan sekadar pertemuan, tetapi merupakan ikhtiar untuk terus merawat persaudaraan, memperkuat rasa memiliki terhadap daerah asal, serta membangun kebersamaan di tengah masyarakat Aceh yang beragam," ujar Taufik.

Peusijuek untuk Kapolda Aceh

Agenda acara dilanjutkan dengan prosesi peusijuek terhadap Kapolda Aceh, Irjen Pol. Ruddi Setiawan S.IK SH MH. Prosesi ini merupakan doa dan harapan agar Kapolda diberikan kesehatan, kebijaksanaan, dan kekuatan dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Penguatan Sinergi Pemerintah dan Komunitas

Taufik berharap kegiatan ini dapat memperkuat sinergi antara Pemerintah Aceh, kepolisian, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat. Menurutnya, menjaga situasi aman dan kondusif membutuhkan dukungan bersama dari seluruh elemen masyarakat.

Dengan memperkuat jaringan sosial dan kebersamaan, Taufik berharap tradisi adat, budaya, dan nilai-nilai religi masyarakat Aceh Tenggara tetap terpelihara. Kegiatan IKAGARA dianggap sebagai salah satu upaya memupuk solidaritas dan tanggung jawab kolektif dalam menjaga kedamaian daerah.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait