Nasional

Kementrans Siapkan Lahan untuk Wujudkan Lumbung Pangan Nasional

Bagikan:
Menteri Transmigrasi meninjau lahan transmigrasi untuk lumbung pangan nasional

Jakarta, 26 Juni 2026 — Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menyatakan Kementerian Transmigrasi (Kementrans) akan menyiapkan lahan, sumber daya manusia, dan pangan alternatif untuk mendukung terwujudnya lumbung pangan nasional. Langkah ini diluncurkan sebagai bagian sinergi antar kementerian/lembaga untuk mencapai target Program Kerja Prioritas Nasional Ketahanan Pangan.

Siapkan lahan HPL dan SDM transmigran

Kementrans akan mengoptimalkan lahan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) transmigrasi dan memberdayakan SDM transmigran yang berprofesi sebagai petani. Lahan dan tenaga ini dipandang sebagai aset strategis untuk meningkatkan produksi pangan nasional. Kementerian juga membuka ruang kolaborasi dengan kementerian lain untuk mempercepat implementasi program.

Kami dapat melihat dengan lebih jernih apa yang telah berjalan baik. Apa yang masih perlu diperbaiki, serta apa yang harus segera disempurnakan,

Perbaikan pemeliharaan alsintan

Salah satu temuan Kementrans adalah keberadaan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang memerlukan sistem pemeliharaan lebih baik. Kementerian menilai bila pemeliharaan tidak ditangani, manfaat alsintan untuk peningkatan produktivitas menjadi terbatas. Oleh karena itu, Kementrans mendorong penyediaan bengkel dan layanan pemeliharaan di lokasi transmigrasi.

Ketika alsintan mengalami kerusakan, kemampuan petani untuk memperbaikinya sering kali terbatas. Karena itu, kami memandang perlu adanya dukungan bengkel atau layanan pemeliharaan di lokasi-lokasi yang menerima bantuan alsintan,

Diversifikasi pangan dan proyek percontohan

Untuk menghadapi keterbatasan lahan dan pertumbuhan penduduk, Kementrans menekankan pentingnya diversifikasi pangan. Kementerian sedang mengembangkan proyek percontohan budidaya ubi jalar sebagai alternatif sumber pangan selain beras. Pilihan komoditas ini dipertimbangkan berdasarkan efisiensi penggunaan air dan daya dukung lingkungan.

Pengembangan pangan nasional harus mempertimbangkan daya dukung lingkungan, termasuk penggunaan air. Sehingga ketahanan pangan dapat berjalan selaras dengan ketahanan lingkungan dan energi,

Dampak dan tindak lanjut

Langkah Kementrans diharapkan meningkatkan ketahanan pangan melalui peningkatan produksi sekaligus memastikan keberlanjutan sumber daya. Fokus perbaikan layanan teknis, seperti pemeliharaan alsintan, juga ditujukan untuk efisiensi anggaran dan kesinambungan sarana pendukung. Ke depan, Kementrans akan memantau pilot ubi jalar dan memperluas kolaborasi antar lembaga untuk merealisasikan lumbung pangan nasional.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait