IHSG Jeda Siang Turun 2,73% ke 5.835,11
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 2,73 persen atau 163,92 poin pada jeda perdagangan, Jumat, 26 Juni 2026, ke level 5.835,11. Tekanan jual mendominasi sejak pembukaan dan mendorong indeks ke zona merah.
Pergerakan pasar dan data perdagangan
IHSG dibuka pada level 6.010,34 dan sempat mencapai tertinggi 6.045,26 sebelum turun ke titik terendah 5.830,14. Pada sesi I, volume perdagangan mencapai 11,70 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp6,39 triliun.
Sebanyak 91 saham menguat, 593 saham melemah, dan 123 saham stagnan. Pergerakan ini mencerminkan dominasi aksi jual di hampir seluruh sektor pasar.
Sentimen eksternal: fokus pada The Fed dan data inflasi AS
Tim analis Pilarmas Investindo Sekuritas menilai pelemahan dipengaruhi sentimen eksternal, termasuk gelombang jual di pasar saham Asia dan tekanan dari Wall Street. Pasar kini mengamati sikap The Fed setelah rilis data inflasi PCE Amerika Serikat.
Menurut Pilarmas, pasar masih menilai peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember mendekati 80 persen, sehingga memicu ketidakpastian pada aset berisiko.
"Presiden The Fed New York John Williams menilai tekanan inflasi kemungkinan mulai melandai tahun ini, namun masih berada pada level yang mengkhawatirkan. Sementara Presiden The Fed Chicago Austan Goolsbee melihat adanya perbaikan pada inflasi sektor jasa, meski tekanan inflasi secara keseluruhan dinilai masih terlalu tinggi,"
Sentimen domestik: UU P2SK dan persepsi investor
Dari dalam negeri, keluarnya perubahan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) memicu kekhawatiran pasar. Aturan ini bertujuan menarik dana dari luar sistem keuangan kembali ke domestik, tetapi menimbulkan potensi risiko persepsi negatif.
"Ketentuan tersebut dikhawatirkan dapat melemahkan kepercayaan terhadap institusi strategis. Diantaranya seperti Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan PPATK yang selama ini berperan menjaga integritas sistem keuangan nasional,"
Pilarmas menyatakan sentimen tersebut menurunkan kepercayaan investor internasional terhadap Indonesia dan menambah tekanan jual di pasar saham.
Daya saing dan faktor struktural
Selain faktor kebijakan, Pilarmas mencatat penurunan peringkat daya saing Indonesia dalam IMD World Competitiveness Ranking 2026. Indonesia turun delapan peringkat ke posisi 48 dari 70 negara.
Penurunan ini disebabkan melemahnya efisiensi bisnis, efektivitas pemerintah, dan kualitas infrastruktur, meski kondisi ekonomi nasional masih dianggap relatif solid.
Saham penguat dan pengerek pelemahan
Pada sesi pertama, penguatan tertinggi dicatat oleh RICY, ASPI, TRUS, MGNA, dan BHAT. Sementara pelemahan terdalam terjadi pada saham CTBN, FUJI, CLPI, GPSO, dan UVCR.
Outlook
IHSG kemungkinan masih akan berfluktuasi menunggu sinyal kebijakan moneter global dan respons pasar terhadap kebijakan domestik. Investor disarankan memantau perkembangan kebijakan The Fed, data inflasi, serta implikasi teknis UU P2SK pada kepercayaan pasar.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Inovasi dan Digitalisasi Kunci UMKM Naik Kelas
Noorahmiati: inovasi, manajemen, dan digitalisasi jadi kunci agar UMKM rumahan dapat naik kelas dan berkelan...
Perayaan HUT RI di Sidodadi Dongkrak Pendapatan UMKM
Perayaan HUT RI Ke-81 di Dusun Sidodadi, Lampung Tengah, meningkatkan pendapatan UMKM hingga tiga kali lipat...
UMKM Malinau Gelar Olahraga Bersama Semarakkan HUT ke-81 RI
Pelaku UMKM di PLB Malinau menggelar senam dan permainan pada 19 Agustus 2026 untuk memeriahkan HUT ke-81 RI...
Gallery Mustika Deli Resmi Dibuka, Ruang Inkubasi UMKM Medan
Gallery Mustika Deli di MPP Medan resmi dibuka (19 Agustus 2026) sebagai ruang promosi dan inkubasi untuk me...
Tips Jualan Stick Mozzarella Homemade di Media Sosial
Tips praktis jualan stick mozzarella homemade di media sosial: foto menggoda, video tarikan keju, caption ef...
Indosolar 2026 Dorong Percepatan Energi Surya di Indonesia
Indosolar 2026 mengumpulkan pemerintah, industri, dan investor untuk percepat pengembangan energi surya dan...