KAI Layani 214 Juta Pelanggan hingga Mei 2026
PT Kereta Api Indonesia (KAI) melayani 214.045.803 pelanggan hingga akhir Mei 2026, meningkat 7,2 persen dibandingkan periode sebelumnya. Data kinerja itu dirilis manajemen KAI pada 25 Juni 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Pelaut Sedunia.
Kinerja keseluruhan hingga Mei 2026
Manajemen KAI mencatat lonjakan penggunaan layanan penumpang di berbagai wilayah operasi. Peningkatan ini terlihat pada layanan antarkota, commuter, serta simpul yang terintegrasi dengan pelabuhan.
Salah satu indikator penting adalah pertumbuhan penumpang lintas pelabuhan dan jalur komuter yang menopang mobilitas antarpulau dan perkotaan.
Integrasi darat-laut: contoh Merak, Ketapang, dan Tanjung Priok
Stasiun Merak di Banten menjadi simpul penting penghubung darat-ke-laut. Layanan Commuter Line relasi Rangkasbitung–Merak tercatat melayani 1.978.799 pelanggan.
“Di negara kepulauan, perjalanan sering kali bersambung dari laut ke darat, atau dari darat ke laut. Kereta api hadir pada bagian darat dari perjalanan itu,”
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa integrasi antarmoda di pelabuhan memudahkan penumpang melanjutkan perjalanan antar-pulau. Volume pengguna pada lintas yang terhubung pelabuhan mencapai 77.552.716 pelanggan sepanjang 2025.
“Di Merak, masyarakat dapat melihat bagaimana perjalanan kereta api bertemu dengan layanan penyeberangan,”
Di ujung timur Jawa, Stasiun Ketapang (Banyuwangi) melayani 320.232 pelanggan pada Januari–Mei 2026. Sementara itu, koridor Tanjung Priok melayani 1.468.660 pelanggan hingga Mei 2026, dan tercatat 3.531.311 pengguna pada 2025.
“Di Tanjung Priok, kereta api menjadi bagian dari mobilitas harian masyarakat perkotaan,”
Angkutan barang berbasis rel
Distribusi logistik melalui rel juga menunjukkan kapasitas signifikan. Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya, melaporkan volume angkutan barang mencapai 26.486.417 ton sepanjang Januari–Mei 2026.
“Pada layanan barang, kereta api membantu menghadirkan kapasitas besar dan jadwal yang lebih terukur,”
Menurut Wisnu, kepastian jadwal dan kapasitas berdampak langsung pada ketersediaan barang dan aktivitas ekonomi daerah.
Data stasiun lain dan prospek
Beberapa stasiun lain juga mencatat angka signifikan. Dua stasiun utama di Semarang melayani 3.163.617 pelanggan pada Januari–Mei 2026. Stasiun Plabuan (Batang) mencatat 398 pelanggan pada April–Mei. Stasiun Tanjungkarang (Bandar Lampung) melayani 322.451 pelanggan pada lima bulan pertama.
KAI menilai sinergi transportasi antarmoda perlu diperkuat untuk mendukung mobilitas dan distribusi nasional. Ke depan, pengembangan konektivitas antara rel dan pelabuhan diharapkan meningkatkan efisiensi logistik dan aksesibilitas antarwilayah.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Inovasi dan Digitalisasi Kunci UMKM Naik Kelas
Noorahmiati: inovasi, manajemen, dan digitalisasi jadi kunci agar UMKM rumahan dapat naik kelas dan berkelan...
Perayaan HUT RI di Sidodadi Dongkrak Pendapatan UMKM
Perayaan HUT RI Ke-81 di Dusun Sidodadi, Lampung Tengah, meningkatkan pendapatan UMKM hingga tiga kali lipat...
UMKM Malinau Gelar Olahraga Bersama Semarakkan HUT ke-81 RI
Pelaku UMKM di PLB Malinau menggelar senam dan permainan pada 19 Agustus 2026 untuk memeriahkan HUT ke-81 RI...
Gallery Mustika Deli Resmi Dibuka, Ruang Inkubasi UMKM Medan
Gallery Mustika Deli di MPP Medan resmi dibuka (19 Agustus 2026) sebagai ruang promosi dan inkubasi untuk me...
Tips Jualan Stick Mozzarella Homemade di Media Sosial
Tips praktis jualan stick mozzarella homemade di media sosial: foto menggoda, video tarikan keju, caption ef...
Indosolar 2026 Dorong Percepatan Energi Surya di Indonesia
Indosolar 2026 mengumpulkan pemerintah, industri, dan investor untuk percepat pengembangan energi surya dan...