Menteri PANRB: ASN Harus Sampaikan Informasi Publik yang Akurat
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, meminta para Aparatur Sipil Negara (ASN) berperan aktif menyampaikan informasi publik yang akurat kepada masyarakat. Pernyataan ini disampaikan dalam keterangan tertulis pada Jumat, 26 Juni 2026, dengan alasan bahwa informasi publik merupakan aset strategis yang memengaruhi keputusan publik dan membangun kepercayaan.
Peran ASN dalam penyampaian informasi publik
Rini menegaskan bahwa ASN sebagai bagian dari pemerintah memiliki kewajiban untuk menyediakan informasi yang benar dan dapat diakses. Ia menyebut keterbukaan informasi bukan sekadar memenuhi kewajiban hukum, tetapi juga sarana pelayanan kepada publik.
"Kita sebagai ASN bagian dari pemerintah punya kewajiban untuk menyediakan informasi yang akurat. Karena salah satu tugas kita adalah melayani publik untuk itu kita harus menciptakan kepercayaan publik,"
Keterbukaan sebagai instrumen tata kelola
Menurut Rini, keterbukaan informasi menjadi instrumen penting untuk memperkuat tata kelola pemerintahan. Informasi yang terbuka membantu masyarakat memahami proses pemerintahan dan memungkinkan pengawasan publik.
"Ketika informasi tersedia secara terbuka dan mudah diakses, masyarakat dapat memahami proses pemerintahan dengan lebih baik. Sehingga mendorong memberikan masukan yang konstruktif, serta ikut mengawasi jalannya kebijakan publik,"
Langkah yang disarankan
Untuk mewujudkan informasi publik yang berkualitas, Menteri PANRB mendorong pendekatan teknologi dan peningkatan kapasitas aparatur. Pendekatan ini bertujuan agar informasi tersedia secara terbuka, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.
- Teknologi: memanfaatkan platform digital agar informasi mudah diakses oleh publik.
- Penguatan kapasitas: pelatihan bagi ASN untuk menyusun dan menyajikan informasi yang akurat.
- Kualitas informasi: memastikan data dan narasi mendukung transparansi serta akuntabilitas.
Tantangan dan kebutuhan jangka panjang
Rini mengakui bahwa membangun keterbukaan informasi tidak dapat dilakukan secara instan. Diperlukan upaya berkelanjutan agar informasi tidak hanya tersedia, tetapi juga memberikan manfaat nyata dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Dengan penekanan pada teknologi dan kapasitas ASN, kementerian berharap proses keterbukaan berjalan lebih sistematis dan berdampak pada peningkatan kualitas layanan publik serta tata kelola pemerintahan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Komisi VII Soroti Air PDAM Dijadikan Bahan Baku AMDK
Komisi VII DPR menyoroti air PDAM yang dipakai sebagai bahan baku AMDK; PDAM Bekasi membantah dan menegaskan...
Hotman Kumpulkan Rp1,3 Miliar untuk Korban Penyekapan YTR
Hotman Paris menghimpun donasi Rp1,3 miliar untuk YTR, korban dugaan penyekapan; dana diserahkan untuk pemul...
Petani dan Nelayan Apresiasi Dukungan Presiden di PENAS Gorontalo
Petani dan nelayan menyambut Presiden Prabowo di Puncak Pekan Nasional di Gorontalo, mengapresiasi kebijakan...
Dedi Mulyadi Serahkan Rp250 Juta dalam Bentuk Deposito untuk Korban
Gubernur Jabar menyerahkan sertifikat deposito Rp250 juta kepada keluarga korban penganiayaan; penyerahan di...
Prabowo Optimistis Indonesia Jadi Lumbung Pangan Dunia
Presiden Prabowo optimistis Indonesia bisa jadi lumbung pangan dunia lewat teknologi pertanian dan strategi...
BKKBN Dorong Daycare Perusahaan lewat Program Tamasya
BKKBN ungkap program Tamasya sebagai solusi daycare perusahaan untuk meredam kekhawatiran perempuan kehilang...