Wapres Gibran Serukan Kerukunan di Perkemahan GPdI Sulut
Wakil Presiden Gibran Rakabuming mengajak generasi muda memperkuat semangat kerukunan dan persatuan saat membuka Perkemahan Regional Pemuda dan Remaja Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Sulawesi Utara, Senin, 29 Juni 2026. Wapres menekankan bahwa keberagaman harus dijaga melalui sikap saling menghormati dan toleransi.
Ajakan jaga persatuan di tengah keberagaman
Dalam sambutannya, Gibran meminta pemuda berperan sebagai perekat bangsa. Ia menilai perbedaan etnis, agama, dan budaya bukan pemecah melainkan kekuatan jika disikapi dengan benar.
"Sebagai bangsa yang majemuk, sebagai bangsa yang berbineka, kita juga perlu benar-benar menjaga persatuan, perdamaian, dan nilai-nilai toleransi. Jangan jadikan perbedaan sebagai pemecah belah,"
Pembekalan tidak hanya soal rohani
Gibran mengapresiasi materi perkemahan yang lebih luas dari sekadar pembinaan rohani. Ia mencatat ada sesi tentang mental health, leadership, dan wawasan pemerintahan yang mampu membentuk karakter dan kapasitas pemimpin masa depan.
"Saya lihat materi-materinya selain pembekalan rohani, ada juga tentang mental health, leadership, bahkan tentang pemerintahan. Ini bagus sekali karena anak muda harus diberikan bekal berbagai jenis wawasan dan diperkuat pendidikan karakternya,"
Penekanan pada aspek non-rohani ini dinilai penting agar peserta tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga siap menghadapi tantangan sosial dan kepemimpinan di masyarakat.
Apresiasi terhadap peran GPdI
Di akhir acara, Wapres menyampaikan penghargaan kepada GPdI atas peran aktifnya membina generasi muda. Menurut Gibran, kontribusi organisasi keagamaan dalam mendukung persatuan dan pembangunan karakter sangat berarti bagi stabilitas sosial.
"Saya ingin menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada GPdI atas peran aktifnya selama ini dalam menjaga perdamaian, persatuan bangsa, serta turut mendorong pembangunan generasi muda,"
Implikasi dan langkah ke depan
Pesan Wapres menegaskan peran strategis kegiatan keagamaan dan pembinaan pemuda dalam memperkuat kohesi sosial. Jika dilanjutkan secara konsisten, penggabungan pembekalan rohani dan pendidikan karakter dapat memperkaya kapasitas generasi muda untuk memimpin secara inklusif.
Perkemahan GPdI Sulawesi Utara menjadi contoh pelaksanaan program yang menggabungkan nilai-nilai spiritual dengan pengembangan keterampilan, yang diharapkan mendukung persatuan di tingkat lokal maupun nasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Mitra Karawangjaya Ungkap Hambatan Pengelolaan Kawasan Industri
PT Mitra Karawangjaya menyampaikan kendala SHGB, SIPA, akses tol, dan gangguan keamanan yang mengancam kepas...
JPPI Minta Sekolah Terbuka dalam Penanganan Perundungan
JPPI mendesak sekolah bersikap terbuka menangani perundungan, mendorong SOP, akreditasi, dan sosialisasi unt...
BBM dan Avtur Indonesia Termurah di ASEAN, Diesel di Posisi Ketiga
Harga bensin RON 92, RON 95, dan avtur di Indonesia tercatat paling murah di Asia Tenggara; diesel berada di...
Puan: Satuan Baru TNI Harus Perkuat Pertahanan dan Kedaulatan
Puan Maharani minta satuan baru TNI diiringi penguatan kemampuan pertahanan dan dukungan pemerintah usai pel...
Kemenimipas: Sosok di Kamar Mewah Lapas Cibinong Adalah Jimmy Masrin
Kemenimipas menyatakan sosok di kamar mewah Lapas Cibinong adalah terpidana korupsi Jimmy Masrin berdasarkan...
Ombudsman Siapkan Investigasi Tata Kelola Lapas Cibinong
Ombudsman siapkan investigasi menyeluruh atas tata kelola Lapas Kelas IIA Cibinong setelah ditemukan fasilit...