SIT Nurul Fikri Aceh Gelar Seminar Parenting dan Bazar Buku
Sekolah Islam Terpadu (SIT) Nurul Fikri Aceh mengadakan Seminar Parenting dan bazar buku pada Sabtu, 20 Juni, di Ballroom Hotel The Pade. Kegiatan ini diselenggarakan bekerja sama dengan Gramedia dan Komite Sekolah, serta diikuti ratusan orang tua dan guru untuk memperkuat sinergi keluarga dan sekolah dalam mendidik anak.
Kegiatan dan narasumber
Seminar mengusung visi keluarga Islami Qu Anfusakum wa Ahlikum Nara dengan tema "Bahagia di Dunia, Reuni di Surga". Pembicara utama adalah dai nasional Ustadz Subki Al Bughury. Acara dipandu oleh Baiquni Hasbi, dosen UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe.
Pesan utama: keluarga sebagai fondasi
Ustadz Subki menekankan bahwa pembentukan karakter anak tidak hanya bergantung pada pendidikan formal. Menurutnya, lingkungan keluarga dan pergaulan sosial memainkan peran besar dalam tumbuh kembang anak.
"Pendidikan keluarga menjadi fondasi utama dalam membentuk kepribadian anak. Setelah itu, lingkungan tempat tinggal dan pergaulan juga memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan karakter mereka,"
Ia menambahkan bahwa faktor spiritual juga krusial. Hidayah dari Allah SWT dan doa orang tua menjadi elemen yang tidak boleh diabaikan dalam mendidik generasi saleh.
"Doa orang tua memiliki kekuatan yang luar biasa. Karena itu, jangan pernah lelah mendoakan anak-anak kita agar selalu berada dalam jalan kebaikan,"
Teladan dan kebiasaan positif
Ustadz Subki juga menyoroti pentingnya keteladanan orang tua. Anak mudah meniru perilaku orang dewasa di sekitarnya. Oleh karena itu, orang tua harus menjadi contoh praktik nilai dan kebiasaan positif.
Ia mendorong orang tua untuk membiasakan anak dengan budaya literasi melalui pemberian buku dan menciptakan suasana rumah yang mendukung pembelajaran.
"Biasakan dengan hal-hal sederhana yang bermanfaat, seperti menghadiahkan buku kepada anak. Dengan begitu, minat baca dan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan dapat tumbuh sejak usia dini,"
Harapan sekolah dan komite
Ketua I Yayasan SIT Nurul Fikri Aceh, Wayir Nuri, S.H., menyatakan seminar ini bertujuan memperkuat kolaborasi antara sekolah dan orang tua. Ia menilai sekolah tidak dapat bergerak sendiri tanpa dukungan keluarga.
"Melalui kegiatan ini, SIT Nurul Fikri Aceh berharap kolaborasi dengan orang tua semakin kuat... sehingga cita-cita mewujudkan keluarga yang bahagia di dunia dan berkumpul kembali di surga dapat tercapai,"
Komite sekolah yang diwakili Syurkani memberi apresiasi kepada semua pihak pendukung. Menurutnya, menjadi orang tua adalah amanah besar yang menuntut pembelajaran berkelanjutan, komunikasi yang baik, dan keteladanan.
"Anak-anak tidak hanya membutuhkan fasilitas terbaik, tetapi juga membutuhkan kehadiran, perhatian, doa, dan teladan dari kedua orang tuanya,"
Penutup
Seminar dan bazar ini diharapkan memberi ilmu, inspirasi, dan motivasi praktis bagi orang tua dan guru. Kegiatan menjadi langkah konkret untuk menumbuhkan kebiasaan literasi dan penguatan nilai keluarga sebagai pondasi pembentukan karakter anak di Aceh.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Turunkan Bunga PNM Mekar menjadi 8% Flat per Tahun
Pemerintah menargetkan suku bunga PNM Mekar diturunkan menjadi 8% flat per tahun, didukung subsidi Rp2,6 tri...
Golkar Labura Terima SK Kepengurusan 2025–2030, Fokus Konsolidasi
DPD Golkar Labuhanbatu Utara menerima SK kepengurusan 2025–2030 dan menargetkan konsolidasi serta regenerasi...
Razia di Rutan Banda Aceh, Senjata Tajam dan Benda Terlarang Ditemukan
Razia gabungan di Rutan Kelas IIB Banda Aceh menemukan senjata tajam dan barang terlarang, namun tidak menem...
Wali Kota: Sabang Potensial Jadi Gerbang Ekonomi dan Hub Maritim
Wali Kota Sabang hadir di seminar IKAL Aceh dan sebut Sabang berpotensi jadi hub maritim serta butuh kepasti...
Reses DPRK Subulussalam: Warga Keluhkan Lampu Jalan, Usulkan BLK Kecamatan
Warga Penanggalan keluhkan lampu jalan padam, usulkan BLK kecamatan, air bersih, dan penambahan kursi DPRK p...
Tuntutan 3 Tahun untuk Dua PSK Terkait Pemerasan ASN BPN di Medan
Dua PSK, Fajar dan Junia, dituntut tiga tahun penjara atas pemerasan terhadap ASN BPN Nias, Apriaman Lase, y...