Wamensos: Sekolah Rakyat Tunjukkan Hasil Positif Setelah 1 Tahun
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo PriyonoSekolah Rakyat menunjukkan hasil positif setelah berjalan satu tahun. Pernyataan itu disampaikan dalam talkshow di Jakarta, Kamis 25 Juni 2026. Program prioritas Presiden menargetkan anak putus sekolah, belum sekolah, dan tidak sekolah dari keluarga miskin serta miskin ekstrem.
Hasil awal dan dampak pada siswa
Agus Jabo menyatakan pelaksanaan selama setahun membawa perubahan nyata pada murid. Ia menyebut ada peningkatan kepercayaan diri dan kondisi kesehatan anak.
"Memang tidak mudah pada awalnya. Tapi alhamdulillah selama setahun ini, pelaksanaan Sekolah Rakyat cukup berhasil,"
"Anak-anak yang tadinya kurang percaya diri menjadi percaya diri. Yang tadinya badannya kurus menjadi lebih sehat,"
Sasaran dan tujuan program
Sekolah Rakyat dirancang sebagai upaya negara menangani ketimpangan akses pendidikan. Program ini diarahkan bagi anak-anak yang berpotensi tertinggal karena kondisi ekonomi keluarga.
Agus Jabo menegaskan bahwa pendidikan adalah hak seluruh anak Indonesia dan negara harus hadir untuk membuka akses bagi keluarga tidak mampu.
"Yang tidak mampu, negara yang harus menyekolahkan. Konsep Sekolah Rakyat memang seperti itu,"
Pemberdayaan orang tua
Pemerintah juga menjalankan kegiatan pemberdayaan bagi orang tua murid. Tujuannya agar keluarga peserta mampu mandiri secara ekonomi dan mendukung keberlanjutan pendidikan anak.
"Kita juga memberdayakan orang tua siswa supaya bisa mandiri. Mereka diharapkan memiliki penghasilan sendiri dan hidup lebih sejahtera,"
Dukungan DPR dan pakar pendidikan
Talkshow menghadirkan Anggota Komisi X DPR RI Furtasan Ali Yusuf yang menyatakan dukungan penuh terhadap kelanjutan program.
"Pasti dukung seratus persen. Ini cara Presiden mendorong anak-anak yang tidak punya mimpi agar bisa mewujudkannya,"
Ia menekankan pentingnya integrasi program dengan sistem pendidikan nasional agar manfaatnya meluas. Konsultan Pendidikan dan Karier Ina Liem juga memuji konsep sekolah berasrama yang dianggap mampu menjawab masalah lingkungan belajar di keluarga miskin.
"Idenya sangat bagus. Pendidikan memang dimulai dari rumah, tetapi banyak rumah keluarga miskin belum mendukung proses belajar,"
"Pola sekolah berasrama memberi ruang pendampingan yang lebih teratur. Itu menjadi nilai tambah Sekolah Rakyat,"
Implikasi dan prospek
Agus Jabo menutup diskusi dengan menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan strategi memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Program diharapkan membuka kesempatan lebih besar bagi anak-anak dari keluarga miskin untuk mendapatkan masa depan lebih baik.
"Presiden tidak ingin kalau orang tuanya miskin, anaknya ikut miskin. Sekolah Rakyat menjadi jawaban negara untuk memutus rantai kemiskinan,"
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kementerian Ekonomi Kreatif Jajaki Kolaborasi dengan ION Perluas Pasar Digital
Kemenparekraf bertemu ION pada 20 Agustus 2026 untuk perluas akses pasar digital, dorong AI, pemasaran digit...
Bendera Raksasa 10x5 m Dikibarkan di Muara Tujuh Sungai Subang
Bendera Merah Putih 10x5 meter dikibarkan di Muara Tujuh Sungai, Subang saat HUT RI ke-81 sambil mengkampany...
Menekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community di TIM
Menekraf Teuku Riefky Harsya apresiasi pameran SBY Art Community di TIM (18–30 Agustus 2026) sebagai ruang k...
Perlinsos Digital: Bakom Sebut Pendaftaran Bansos dari 200 Hari Jadi 5 Menit
Bakom: uji coba Perlinsos Digital mempercepat pendaftaran bansos dari 200 hari menjadi sekitar lima menit, d...
Wamentrans Viva Yoga Ajak Bantu Korban Gempa NTT saat HUT RI ke-81
Wamentrans Viva Yoga mengajak semua pihak bantu korban gempa NTT saat perayaan HUT RI ke-81 dan menekankan s...
Kemenko PMK Prioritaskan Pemulihan Pendidikan Pascagempa NTT
Kemenko PMK memprioritaskan pemulihan layanan pendidikan pascagempa NTT, memaksimalkan gudang di Labuan Bajo...