DPR Dorong Percepatan Pengembangan Pupuk Organik untuk Jaga Produktivitas
Komisi IV DPR RI mendorong percepatan pengembangan pupuk organik di Indonesia guna meningkatkan produktivitas pertanian dan menjaga ketahanan pangan. Pernyataan itu disampaikan Anggota Komisi IV, Firman Soebagyo, pada 27 Juni 2026, seraya meminta pemerintah dan industri pupuk nasional bertindak cepat.
Alasan dorongan percepatan
Firman menjelaskan ada tren global beralih ke pupuk organik yang perlu menjadi sinyal bagi Indonesia. Menurutnya, penggunaan pupuk anorganik berlebihan berisiko menurunkan kualitas unsur hara dan kesuburan tanah bila dibiarkan.
"Kalau kita lihat tren dunia ini sudah mulai bergeser kepada pupuk organik, terutama untuk kebutuhan pangan pokok. Vietnam sudah mulai dan di beberapa negara Eropa juga sudah mulai menggunakan pupuk organik,"
Karena itu, DPR mendorong kebijakan dan investasi yang memperkuat produksi serta distribusi pupuk organik di dalam negeri.
Manfaat bagi lahan dan produksi
Komisi IV menilai pengembangan pupuk organik dapat membantu memulihkan kondisi lahan yang terdegradasi. Pemulihan itu diharapkan berujung pada peningkatan produktivitas tanaman sekaligus penghematan penggunaan pupuk anorganik seperti urea.
"Kalau pupuk organik bisa dikembangkan dan ditingkatkan, maka ada pemulihan lahan. Kemudian tingkat produksi bisa meningkat, dan penggunaan pupuk urea dapat dihemat,"
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan produksi pangan jangka panjang.
Respons terhadap pasar global
Firman juga menekankan bahwa permintaan pasar global kini semakin memperhatikan aspek keberlanjutan. Indonesia, menurutnya, perlu menyiapkan kapasitas produksi pupuk organik agar tidak ketinggalan oleh negara lain.
"Indonesia perlu mulai menyiapkan langkah tersebut sejak sekarang agar tidak tertinggal dari negara lain. Kalau nanti ke depan itu juga tidak kita mulai dari sekarang, nanti tertinggal negara-negara lain,"
Oleh karena itu, DPR meminta keterlibatan semua pemangku kepentingan: pemerintah pusat dan daerah, pelaku industri pupuk, serta kelompok petani dalam merancang roadmap pengembangan pupuk organik.
Langkah ke depan
Praktik yang diusulkan meliputi peningkatan riset dan inovasi, insentif produksi pupuk organik, serta program pelatihan bagi petani. Dengan strategi ini, diharapkan produktivitas pertanian tetap terjaga tanpa mengorbankan kualitas tanah dan keberlanjutan lingkungan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Komisi VIII Dorong Penguatan Logistik Kebencanaan
Komisi VIII DPR mendorong penguatan logistik kebencanaan, stok bantuan, dan peran Kampung Siaga Bencana agar...
Pertamina Siapkan Penurunan Harga BBM Bertahap Mulai Juli 2026
Pertamina membuka peluang penurunan harga BBM secara bertahap mulai awal Juli 2026 seiring tren penurunan ha...
Anggota DPR Dorong Program Unggulan Desa Jadi PSN
Anggota DPR Fadholi mendorong program unggulan desa, seperti Pasar Desa dan Desa Wisata, diangkat jadi PSN a...
Komisi I DPR Soroti Maraknya Promosi Judi Online di Media Sosial
Cindy Monica dari Komisi I DPR memperingatkan maraknya promosi judi online lewat komentar spam di media sosi...
Penerapan B50 Juli 2026 Dinilai Tekan Impor Solar
Pengamat UGM menyebut penerapan B50 mulai Juli 2026 bisa tekan impor solar dan dukung ketahanan energi, namu...
Ekraf Siapkan Pelatihan AI untuk 10 Ribu Pencari Kerja
Ekraf dan Kemenaker akan melatih 10 ribu pencari kerja dalam program AI, dimulai pilot 500 peserta di BLK Be...