Satgas PASTI Perkuat Penindakan Penipuan Digital
Satgas PASTI memperkuat penindakan terhadap meningkatnya penipuan digital lewat koordinasi lintas lembaga. High Level Meeting yang melibatkan 25 kementerian dan lembaga digelar pada awal Agustus 2026 untuk menyusun langkah taktis menangani kejahatan keuangan ilegal.
Koordinasi antarlembaga untuk ancaman yang kian kompleks
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, menekankan perlunya penguatan tata kelola lintas institusi. Perkembangan teknologi membuat modus penipuan semakin terselubung dan lintas negara.
Scam telah menggerus kepercayaan publik, mengganggu integritas sistem keuangan, dan melemahkan kredibilitas ekosistem digital,
Menurut Dicky, tidak ada satu institusi yang memiliki seluruh kewenangan, data, dan instrumen penegakan hukum untuk menanganinya sendiri. Karena itu, pendekatan bersama dianggap penting.
Hasil operasi: entitas ilegal dihentikan
Ketua Satgas PASTI, Rizal Ramadhani, melaporkan hasil operasi pemberantasan aktivitas keuangan ilegal. Sampai saat ini Satgas menghentikan lebih dari seribu entitas ilegal yang beroperasi.
| Kategori | Jumlah |
|---|---|
| Pinjaman online ilegal | 951 |
| Investasi ilegal | 240 |
| Gadai ilegal | 27 |
| Lainnya | 2 |
| Total entitas dihentikan | 1.220 |
Data IASC: laporan, rekening, dan dana
Indonesia Anti Scam Centre (IASC) menjadi kanal utama pelaporan masyarakat. Hingga 31 Juli 2026, IASC menerima ratusan ribu laporan terkait rekening bermasalah dan nomor yang terkait penipuan.
| Indikator | Angka |
|---|---|
| Laporan diterima | 637.055 |
| Rekening bermasalah | 1.179.881 |
| Rekening diblokir | 607.210 (51,46%) |
| Nomor telepon terkait penipuan | 145.503 |
| Dana korban diblokir | Rp724,1 miliar |
| Dana dikembalikan ke korban | Rp204,3 miliar |
Sebanyak 607.210 rekening berhasil diblokir atau sekitar 51,46 persen dari total laporan,
Langkah strategis ke depan
Satgas PASTI menyepakati beberapa langkah strategis memperkuat pemberantasan keuangan ilegal. Fokusnya mencakup penguatan sistem kerja, tata kelola, serta penanganan penipuan lintas negara.
Selain itu, Satgas berencana mengembangkan aplikasi anti-penipuan dan reporting and money trail system. Pengembangan ini diharapkan mempercepat deteksi, pelaporan, dan pelacakan aliran dana ilegal.
Upaya terpadu antara kementerian dan lembaga serta perbaikan teknologi pelaporan menjadi kunci menahan laju kerugian publik dan memulihkan kepercayaan pada ekosistem keuangan digital.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Rupiah Menguat di Pembukaan, Didukung Turunnya Harga Minyak
Rupiah menguat di pembukaan 6 Agustus 2026 ke Rp17.901 per USD, didorong penurunan harga minyak dan data eko...
Emas Antam Naik Rp50.000 per Gram, Harga Terbaru Logam Mulia
Emas Antam naik Rp50.000 per gram; harga 1 gram kini Rp2.679.000, buyback Rp2.490.000. Cek daftar harga per...
IHSG Berpotensi Menguat, Didorong Data Ekonomi dan Meredanya Geopolitik
IHSG diperkirakan menguat ke level 6.370-6.400 karena data ekonomi domestik membaik dan meredanya ketegangan...
Mendag ke BRICS di India, Perjuangkan Akses Pasar Indonesia
Mendag Budi Santoso ke BRICS di Jaipur (6-7 Agustus 2026) untuk memperjuangkan akses pasar, investasi, dan p...
WBR_Essentials Hadirkan 30 Menu, Mie Gacor Jadi Primadona
WBR_Essentials di Pontianak tawarkan 30 menu Nusantara; mie gacor jadi menu favorit dengan tiga varian dan p...
UMKM PanBers Dorong Kemandirian Ekonomi Generasi Muda NTT
UMKM PanBers di Kupang mendorong kemandirian ekonomi generasi muda NTT lewat program magang pengolahan hasil...