Kemenhub Tegur Perusahaan Asuransi, Salvage KM Virgo Diminta Segera
Kementerian Perhubungan melayangkan teguran keras kepada perusahaan asuransi pelayaran P&I dan meminta agar operasi salvage KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa segera dimulai. Teguran itu disampaikan karena proses pengangkatan bangkai kapal belum terealisasi meski kecelakaan sudah berlangsung lebih dari dua pekan.
Teguran dari KSOP Banjarmasin dan Kemenhub
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banjarmasin, Heri Purnomo, menegaskan bahwa surat teguran sudah dikirimkan baik kepada perusahaan asuransi maupun kepada operator kapal, PT Virgo Karya Shipping. Ia berharap administrasi dan persiapan teknis selesai dalam waktu dekat agar tim salvage bisa bergerak ke lokasi.
"Dari Kementerian Perhubungan sudah mengeluarkan surat teguran keras ke P&I. Semoga tidak lebih dari satu minggu seluruh administrasi dan teknis pelaksanaan salvage sudah ada di lokasi,"
"Kami dari KSOP sudah mengeluarkan surat teguran juga ke pihak owner kapal. Untuk segera melaksanakan operasi salvage ini,"
Alasan percepatan salvage
KSOP dan Kemenhub menilai pengangkatan bangkai kapal penting untuk mendukung proses pencarian korban. Bangkai yang berada di dasar laut menghambat akses tim penyelam ke bagian kapal yang sulit dijangkau. Salvage juga diperlukan untuk menentukan metode evakuasi dan mitigasi lingkungan.
Siapa yang akan mengerjakan dan koordinasi teknis
Menurut Heri, pihak asuransi telah menyatakan komitmen mempercepat pelaksanaan salvage dan sudah menunjuk mitra pelaksana. Kandidat pelaksana disebut berasal dari luar negeri, antara lain Amerika dan Inggris, dan saat ini sedang dalam perjalanan menuju lokasi.
Kemenhub menyampaikan bahwa koordinasi dilakukan dengan pemilik kapal, asuransi, surveyor, dan adjuster untuk menentukan metode pengangkatan yang paling sesuai dengan kondisi bangkai kapal.
Status pencarian korban
Hingga hari ke-16 pencarian, tim gabungan menemukan sebagian besar penumpang namun masih ada korban yang belum ditemukan. Rinciannya tercatat sebagai berikut:
- Total manifes: 243 orang
- Ditemukan: 179 orang
- Selamat: 108 orang
- Meninggal dunia: 71 orang
- Masih dicari: 64 orang
Basarnas sebelumnya memperingatkan bahwa operasi pengangkatan kapal memerlukan persiapan keselamatan dan teknis yang matang dan dapat memakan waktu berbulan-bulan.
Langkah selanjutnya dan implikasi
Dengan teguran dari Kemenhub dan KSOP, targetnya adalah mempercepat kelengkapan administrasi dan pengerahan tim salvage agar operasi dapat dimulai dalam hitungan hari sampai satu minggu. Kecepatan pelaksanaan akan menentukan akses ke bagian kapal untuk pencarian lanjutan dan kemungkinan percepatan evakuasi korban serta mitigasi dampak lingkungan.
Proses koordinasi antar-pihak kini menjadi penentu jadwal pelaksanaan salvage dan hasil pencarian ke depan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...