Nasional

BRIN: Waspadai Hoaks, Cermati Informasi Gempa dan Tsunami

Bagikan:
Ilustrasi gempa bumi dengan peringatan hoaks dan evakuasi warga

Peneliti BRIN mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap hoaks dan lebih cermat menerima informasi gempa bumi serta potensi tsunami. Pernyataan ini disampaikan oleh Edi Hidayat dari Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN dalam wawancara pada Selasa, 29 September 2026.

Belum ada teknologi untuk menentukan waktu gempa

Edi Hidayat menegaskan bahwa hingga kini belum ada alat yang dapat memastikan kapan dan di mana gempa akan terjadi. Namun, para peneliti telah melakukan pemetaan jalur rawan gempa dan memperkirakan potensi kekuatan guncangan melalui kajian geologi.

Gempa bumi memang datang tiba-tiba karena belum ada alat yang mampu menentukan kapan peristiwa tersebut akan terjadi. Namun, kita sudah mengetahui jalur potensi gempa dan dapat memperkirakan kekuatannya melalui penelitian serta pemetaan

Peringatan dini tsunami berbeda dengan prediksi gempa

Edi mengingatkan pentingnya memahami perbedaan antara prediksi gempa dan peringatan dini tsunami. Menurutnya, peringatan tsunami biasanya dikeluarkan setelah terjadi gempa, terutama jika sumber guncangan berada di laut.

Ia mencontohkan kejadian gempa di wilayah pesisir yang memberi korban hanya beberapa menit untuk menyelamatkan diri. Waktu singkat itu menjadi kesempatan berharga untuk segera menjauhi garis pantai.

Pentingnya mengenali kondisi geografis dan jalur evakuasi

Masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir perlu mengetahui kondisi geografis tempat tinggalnya. Mengetahui lokasi aman dan jalur evakuasi membantu menentukan arah penyelamatan saat gempa mengguncang.

Masyarakat harus segera mengambil tindakan apabila merasakan gempa kuat, tanpa menunggu informasi yang belum terverifikasi. Warga perlu mengetahui tujuan evakuasi serta memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk meninggalkan rumah menuju tempat aman

Langkah praktis bagi warga

BRIN mengimbau langkah-langkah sederhana yang bisa dilakukan warga untuk mengurangi risiko:

  • Segera menjauhi pantai jika merasakan gempa kuat dan gelombang laut berubah.
  • Kenali rute evakuasi dan lokasi aman di sekitar tempat tinggal.
  • Verifikasi informasi melalui kanal resmi dan hindari menyebarkan kabar belum terkonfirmasi.
  • Rutin mengikuti edukasi kebencanaan dari pemerintah dan lembaga terkait.

Penutup: edukasi berkelanjutan dan informasi tepercaya

Edi berharap edukasi kebencanaan dilakukan secara berkelanjutan sehingga kesiapsiagaan warga meningkat. Dengan informasi yang tepercaya dan tindakan cepat, risiko korban dapat dikurangi dan masyarakat dapat menghadapi ancaman gempa serta tsunami dengan lebih tenang.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait