Uji Coba Ambulans Udara di Pesisir Barat
Pemerintah menggelar uji coba program ambulans udara dengan latihan evakuasi medis menggunakan helikopter di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, Selasa, 29 September 2026. Tujuannya mempercepat akses layanan kesehatan bagi masyarakat di daerah terisolasi atau sulit dijangkau.
Latihan evakuasi dan cakupan layanan
Latihan melibatkan helikopter dan pesawat kecil yang dirancang untuk mendarat di lokasi sulit, seperti lapangan rumput, lapangan pasir, atau pinggir sungai. Setelah evakuasi, pasien dibawa ke rumah sakit rujukan agar mendapat perawatan lebih cepat.
Mengapa program ini penting
Presiden Prabowo menekankan bahwa kondisi geografis dan keterbatasan infrastruktur sering menjadi penghalang akses medis. Ia berharap ambulans udara mengatasi hambatan tersebut, sehingga pasien darurat tidak terlambat memperoleh penanganan.
"Kita akan membuat ambulans udara, helikopter-helikopter dengan pesawat kecil yang bisa mendarat di lapangan-lapangan rumput, di lapangan-lapangan pasir, bisa mendarat di pinggir sungai. Supaya tidak ada rakyat kita yang tidak bisa dievakuasi kalau dia sakit,"
Presiden juga menyoroti kasus warga yang meninggal karena terlambat mendapat pertolongan medis akibat akses yang sulit.
"Banyak ibu-ibu yang meninggal, karena menempuh jalan tujuh jam sampai sembilan jam pada saat melahirkan. Akhirnya, banyak ibu yang meninggal karena tidak ada jalan yang baik,"
Sinergi dengan pembangunan rumah sakit
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan program ambulans udara disiapkan setelah pemerintah menyelesaikan pembangunan 22 rumah sakit baru pada 2026. Rumah sakit tersebut dibangun di wilayah yang sebelumnya minim fasilitas kesehatan.
"Karena dalam kondisi darurat, waktu sangat berarti, insyaallah negara akan terus hadir, hingga ke pelosok negeri. Memperpendek jarak, mempercepat pertolongan, dan pada akhirnya menyelamatkan nyawa,"
Dampak dan prospek ke depan
Program ini diharapkan memperluas jangkauan layanan kesehatan ke daerah terpencil dan mempercepat waktu respons dalam situasi darurat. Langkah berikutnya adalah pengembangan armada udara dan koordinasi operasional dengan fasilitas rujukan.
Dengan kombinasi rumah sakit baru dan unit ambulans udara, pemerintah bertujuan menurunkan angka kematian akibat keterlambatan penanganan medis serta meningkatkan pemerataan layanan kesehatan di seluruh negeri.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BMKG Peringatkan Gelombang 2,5–4 m, Waspada 10 Provinsi
BMKG peringatkan gelombang 2,5-4 m dan potensi banjir rob di pesisir 10 provinsi pada 29 Sept 2026; masyarak...
BRIN: Masyarakat Diminta Pahami Risiko Bencana Geologi
Peneliti BRIN mengimbau masyarakat pahami kondisi geologi Indonesia untuk mengenali risiko bencana dan menin...
Pemerintah Selaraskan Program Lintas Kementerian untuk Tangani Stunting
Pemerintah menyelaraskan program lintas kementerian untuk menanggulangi stunting; target perbaikan 10 ribu p...
Harga Cabai, Beras, Daging per 29 Nov 2026: Daftar Lengkap Nasional
PIHPS (29 Nov 2026) catat cabai rawit merah Rp109.000/kg; beras, daging, gula, dan minyak goreng tunjukkan v...
Angka Stunting Turun, Pemerintah Perkuat Intervensi Gizi
Prevalensi stunting turun ke 19,8% pada 2024; pemerintah perkuat intervensi gizi dan PMT lokal untuk menjaga...
Pemerintah Kaji Efektivitas MBG dalam Menurunkan Stunting
Pemerintah mengevaluasi efektivitas MBG terhadap penurunan stunting; data perlu diverifikasi dan hasil SSGI...