DPR Bantah Tolak RUU Perampasan Aset, Komisi III Gaspol
Komisi III DPR membantah kabar bahwa parlemen menolak pembahasan RUU Perampasan Aset. Ketua Komisi III, Habiburokhman, menyatakan RUU itu justru sedang dipercepat dan tetap menjadi prioritas.
Pembahasan berjalan cepat
Habiburokhman menegaskan Komisi III berkomitmen menyelesaikan rancangan undang-undang tersebut. Proses penyusunan berlangsung intensif dan melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Jadi tidak benar, ada hoaks di media massa. Kebanyakan dari akun anonim mengatakan DPR menolak pengesahan RUU Perampasan Aset
Menurutnya, Komisi III bekerja cepat untuk menghasilkan aturan yang komprehensif. "Kami gaspol pakai turbo untuk melakukan pembentukan UU Perampasan Aset ini," ujar Habiburokhman.
RDPU dan partisipasi publik
Pada Senin, 13 Juli 2026, Komisi III kembali menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU). Forum dihadiri pakar serta perwakilan mahasiswa untuk menyerap masukan substansial.
Hingga saat ini, kata Habiburokhman, sebanyak 24 elemen masyarakat telah diundang dalam rangkaian pembahasan. Dalam sisa masa sidang, Komisi III juga akan menghadirkan delapan narasumber tambahan, termasuk perwakilan Perhimpunan Advokat Indonesia.
- Akademisi dan pakar hukum
- Organisasi nonpemerintah (NGO)
- Perwakilan mahasiswa dan praktisi hukum
- Peradi sebagai asosiasi advokat
Posisi RUU di Prolegnas dan jadwal selanjutnya
Wakil Ketua Badan Legislasi DPR, Martin Manurung, juga menepis isu penghapusan RUU dari daftar prioritas. Ia menyatakan RUU Perampasan Aset tetap tercantum dalam Prolegnas Prioritas 2026.
Tidak ada keputusan Rapat Paripurna DPR yang memutuskan RUU Perampasan Aset dikeluarkan dari Prolegnas Prioritas 2026. RUU tersebut masih terdaftar di Prolegnas Prioritas 2026 dengan nomor urut enam sebagai usulan dari DPR RI
Martin menambahkan bahwa pembahasan terus berlangsung secara intensif. Komisi III melibatkan berbagai pihak demi merumuskan norma yang matang karena RUU ini menghadirkan aturan yang benar-benar baru dalam sistem hukum Indonesia.
Implikasi dan langkah ke depan
Kompleksitas materi RUU membuat pembahasan memerlukan waktu lebih lama dibandingkan perubahan undang-undang biasa. Namun Komisi III menegaskan akan melanjutkan proses hingga mencapai kesepakatan substantif.
Dengan rangkaian RDPU dan undangan terhadap puluhan elemen masyarakat, DPR berharap RUU Perampasan Aset dapat dirumuskan secara inklusif dan komprehensif sebelum akhir masa sidang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Wamendikdasmen Tinjau MPLS di SMA Labschool Kebayoran
Wamendikdasmen Fajar Riza meninjau MPLS SMA Labschool Kebayoran 13 Juli 2026, menekankan sekolah sebagai rum...
BMKG: Prakiraan Cuaca Hari Ini, Sulsel–Papua Waspadai Hujan Lebat
BMKG prakirakan awan tebal di banyak wilayah pada 13 Juli 2026; Sulsel hingga Papua diingatkan waspadai huja...
Polisi Sterilisasi SDN di Jagakarsa Usai Terima Ancaman Bom
Polisi sterilkan SDN di Jagakarsa setelah guru menerima pesan ancaman bom, Tim Jibom dan Densus 88 dikerahka...
Prabowo: Wartawan Itu Kawan Saya di Harkopnas 2026
Presiden Prabowo menyebut wartawan sebagai kawan saat pidato di Puncak Harkopnas, Jakarta, 12 Juli 2026.
Sekolah di Jagakarsa Disterilisasi Jibom, Siswa dan Guru Dipulangkan
Siswa dan guru SDN Srengseng Sawah 15 Pagi di Jagakarsa dipulangkan setelah dugaan ancaman bom; Jibom Brimob...
Polisi Perketat Pengamanan SDN di Jagakarsa Usai Laporan Ancaman Bom
Polisi dan Jibom Brimob memperketat pengamanan SDN Jagakarsa, Jakarta Selatan, 13 Juli 2026, menyusul lapora...