Rupiah Menguat di Pembukaan, Didukung Turunnya Harga Minyak
Rupiah dibuka menguat pada pembukaan perdagangan Kamis, 6 Agustus 2026, setelah harga minyak dunia cenderung turun dan data ekonomi domestik lebih baik dari perkiraan.
Penguatan di Pembukaan
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah naik 0,18 persen atau 32 poin ke posisi Rp17.901 per dolar AS pada pembukaan. Ini melanjutkan penguatan dari penutupan Rabu, ketika rupiah menguat 0,52 persen ke level Rp17.933 per dolar AS.
Sentimen awal pasar positif setelah rilis data ekonomi dan pergerakan harga komoditas global.
Peran Harga Minyak dan Sentimen Global
Penguatan rupiah sebagian besar didorong oleh penurunan harga minyak mentah global. Penurunan ini muncul seiring optimisme bahwa jalur pelayaran di Selat Hormuz akan segera kembali normal.
Harga minyak Brent tercatat di kisaran USD79,43–USD79,54 per barel, sementara WTI melemah ke level USD74,69–USD75,27 per barel. Pergerakan ini menekan dolar AS dan memberi ruang bagi mata uang emerging market untuk menguat.
Data Ekonomi dan Reaksi Analis
Data pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan II 2026 menunjukkan kenaikan. Pertumbuhan sebesar 5,29 persen berada di atas perkiraan para analis, yang turut menjadi pemicu apresiasi rupiah.
"Rupiah diprakirakan menguat terhadap dolar AS hari ini," kata Lukman Leong, Analis Pasar Uang Doo Financial Futures.
Faktor Mata Uang dan Kebijakan Domestik
Selain komoditas dan data makro, pergerakan mata uang global juga memengaruhi rupiah. Tim Mirae Asset Sekuritas mencatat penguatan yen Jepang pasca-intervensi terkoordinasi, yang menekan dolar AS.
"Mata uang Yen Jepang menguat pascaintervensi terkoordinasi Jepang–AS. Sehingga dolar AS tertekan, membuat mata uang emerging market menguat," kata Rully Arya Wisnubroto, Ekonom Mirae Asset Sekuritas.
Secara domestik, langkah Kementerian Keuangan untuk memperkuat likuiditas perbankan juga menjadi katalis. Menteri Keuangan menambah penempatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp70 triliun ke bank-bank Himbara.
Dengan tambahan ini, total dana pemerintah yang ditempatkan di sistem perbankan meningkat menjadi sekitar Rp451 triliun. Selain itu, ada perpanjangan jatuh tempo penempatan sebesar Rp281 triliun hingga 27 Juli.
Proyeksi Pergerakan Rupiah
Menimbang faktor global dan domestik, analis memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp17.850–Rp18.000 per dolar AS pada hari ini. Indeks dolar AS dipantau di kisaran 99,67–99,80.
Perpaduan perbaikan data ekonomi, penurunan harga minyak, dan dukungan likuiditas perbankan diperkirakan akan menjaga momentum rupiah dalam jangka pendek.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Tarik Tunai Tanpa Kartu: 5 Situasi Darurat dan Solusinya
Tarik tunai tanpa kartu lewat GoPay memungkinkan Anda mencairkan saldo di minimarket saat ATM atau kartu tak...
Ekspor Florikultura Capai Rp3,51 Triliun, Diminati 96 Negara
Ekspor florikultura Indonesia mencapai Rp3,51 triliun hingga 14 September 2026, melibatkan 59,6 juta komodit...
OCBC Luncurkan Kartu Kredit Edisi Mickey Mouse
OCBC luncurkan Kartu Kredit Nyala Platinum edisi Mickey Mouse berdesain holografis dengan promo tiket, cashb...
HIPMI-Pemkot Depok Sinergi Dorong UMKM Naik Kelas
HIPMI Kota Depok dan Pemkot memperkuat sinergi pasca-pelantikan BPC 19 September 2026 untuk mendorong UMKM n...
RRI Fest 2026 di Ciomas: Hiburan & Dampak Ekonomi Lokal
RRI Fest 2026 di Lapangan Sakura Ciomas (19/9/2026) disambut hangat dan membantu perputaran ekonomi bagi pel...
Dari Seafood ke Es Teh: Kisah Arif Bangun Hello Drink
Arif Nur Hakim beralih dari kedai seafood ke Hello Drink sejak Mei 2025; kini memiliki dua cabang dan sekita...