Rupiah Menguat ke Rp17.888, Didukung Penurunan Indeks Dolar dan Masuknya Modal Asing
Rupiah ditutup menguat terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa, 21 Juli 2026, menembus level Rp17.888 per dolar AS setelah naik 0,33% atau 60 poin. Penguatan didorong oleh pelemahan indeks dolar AS, aliran modal asing ke pasar saham, dan sentimen terkait harga minyak dunia yang bergerak turun dari puncak sementara.
Pergerakan pasar dan data penutupan
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah mengakhiri sesi di Rp17.888 per dolar AS. Indeks dolar AS melemah ke level 100,89 dari sebelumnya 100,96, yang memperlemah permintaan terhadap mata uang AS.
Pengaruh konflik Timur Tengah dan harga minyak
Pergerakan nilai tukar masih dipengaruhi faktor eksternal, terutama ketegangan di Timur Tengah. Gangguan lalu lintas di Selat Hormuz sempat mendorong kenaikan harga minyak mentah, sehingga pasar khawatir terhadap potensi kenaikan inflasi global.
Namun perkembangan mediasi antara AS dan Iran menahan lonjakan lebih lanjut sehingga harga minyak mundur dari puncaknya.
"Upaya ini mendorong harga minyak mentah menjauh dari level tertingginya dalam sebulan terakhir," ujar Tim Analis Phillip Sekuritas Indonesia.
Harga acuan hari ini tercatat di kisaran Brent USD88–USD89,22 per barel dan WTI USD82,43–USD83,51 per barel.
Aliran modal asing dan sentimen domestik
Masuknya modal asing ke pasar ekuitas menjadi pendorong lain penguatan rupiah. Investor asing tercatat melakukan pembelian bersih senilai Rp360,21 miliar di Bursa Efek Indonesia pada sesi tersebut.
Selain itu, pasar merespons positif pembentukan Pusat Keuangan Internasional Indonesia (PFII), yang akan memungkinkan transaksi dalam mata uang asing dan menggunakan bahasa Inggris.
"Inisiatif ini menegaskan upaya pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat keuangan regional," kata Tim Analis Pilarmas Investindo.
Impak kebijakan BI dan prospek ke depan
Meskipun sentimen eksternal dan aliran modal mendukung rupiah, pelaku pasar tetap berhati-hati menanti keputusan kebijakan moneter Bank Indonesia. BI dijadwalkan mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur pada Rabu, 22 Juli 2022, yang akan memberikan sinyal lebih jelas tentang arah suku bunga.
Keputusan BI menjadi faktor kunci bagi pergerakan rupiah selanjutnya, mengingat potensi penyesuaian suku bunga yang memengaruhi arus modal dan ekspektasi inflasi.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...