Ekonomi

Rupiah Terus Melemah ke Rp17.936 per Dolar AS

Bagikan:
Ilustrasi papan elektronik menunjukkan kurs rupiah melemah terhadap dolar AS

Rupiah kembali melemah pada pembukaan perdagangan hari ini, Jumat, 25 September 2026. Mata uang domestik dibuka di level Rp17.936 per dolar AS, melanjutkan penurunan dari penutupan sebelumnya yang berada di Rp17.916 per dolar AS pada Kamis, 24 September 2026.

Pembukaan pasar dan posisi terakhir

Data pembukaan menunjukkan pelemahan 0,11 persen hari ini setelah sebelumnya turun 0,55 persen pada penutupan Kamis. Pergerakan ini menegaskan sentimen negatif yang sudah terlihat pada perdagangan akhir pekan lalu.

Pemicu pelemahan rupiah

Analis menyebut faktor eksternal sebagai pendorong utama pelemahan. Kenaikan indeks dolar AS dan imbal hasil obligasi AS menjadi tekanan terbesar yang membuat rupiah terkoreksi.

"Rupiah diperkirakan masih melemah terhadap dolar AS. Penyebabnya, karena indeks dolar AS dan imbal hasil obligasi AS yang terus menanjak,"
- Lukman Leong, Analis Pasar Uang Doo Financial Futures.

Lukman menambahkan bahwa ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga oleh the Fed mendorong imbal hasil obligasi AS naik. Menurutnya, pidato sejumlah pejabat the Fed pada Kamis malam (24 September 2026) mengisyaratkan kebijakan moneter yang lebih ketat (hawkish), sehingga memperkuat dolar AS.

Faktor yang bisa menahan pelemahan

Meski tekanan kuat datang dari luar, ada dua faktor yang berpotensi meredam penurunan rupiah: perkembangan diplomatik dan tren harga komoditas.

"Namun ada harapan dari kesepakatan AS-Iran dan harga minyak mentah dunia yang turun di pagi ini. Dua hal tersebut dapat menahan perlemahan yang lebih besar,"
- Lukman Leong.

Penurunan harga minyak global dapat mengurangi tekanan inflasi impor dan menurunkan ekspektasi suku bunga global, sehingga memberi ruang bagi rupiah untuk stabil.

Perkiraan pergerakan dan peran Bank Indonesia

Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp17.850–Rp18.000 per dolar AS pada hari ini. Ia juga yakin Bank Indonesia akan melakukan intervensi bila pelemahan berlanjut untuk menahan depresiasi yang lebih dalam.

"Namun Bank Indonesia pasti akan melakukan intervensi untuk menahan pelemahan rupiah,"
- Lukman Leong.

Sekadar catatan, indeks dolar AS pada pagi ini tercatat di level 101,26, terkoreksi tipis namun masih berada di atas level 100.

Dengan sentimen eksternal yang dominan, pergerakan rupiah ke depan sangat bergantung pada sinyal kebijakan the Fed, perkembangan geopolitik, serta intervensi kebijakan dari Bank Indonesia.

Farhan Azhar
Penulis
Farhan Azhar

Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.

Berita Terkait