IHSG Menguat 0,27% ke 6.315 di Awal Perdagangan 25 Sep 2026
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada pembukaan perdagangan Jumat, 25 September 2026. IHSG dibuka di level 6.315,53, naik sekitar 0,27 persen dari penutupan sehari sebelumnya, dan sempat mencapai intraday high di 6.328.
Pergerakan pasar pagi ini
Pembukaan positif ini merupakan upaya rebound setelah pelemahan pada perdagangan Kamis. Pada sesi sebelumnya IHSG ditutup melemah 1,20 persen ke level 6.298,60. Statistik pagi ini menunjukkan mayoritas saham masih berada di tekanan, namun ada perbaikan sentimen pasar.
Pembagian saham pagi ini tercatat: 462 saham melemah, 188 saham menguat, dan 144 saham stagnan. Pergerakan tersebut menandakan fluktuasi likuiditas di awal sesi.
Sektor yang menguat
Seluruh indeks sektoral tercatat bergerak di zona hijau pada pembukaan. Sektor-sektor yang menguat meliputi:
- Bahan baku
- Transportasi
- Energi
- Infrastruktur
- Properti
- Industri
- Teknologi
- Konsumer non-siklikal dan siklikal
- Keuangan
- Kesehatan
Sentimen global dan aksi investor
Tekanan pada perdagangan sebelumnya dipicu oleh faktor eksternal, terutama kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat. Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun berada di sekitar 5,11 persen, yang menambah tekanan pada aset berisiko.
Selain itu, investor asing mencatat aksi jual bersih pada perdagangan Kamis dengan nilai net sell mencapai sekitar Rp1,5 triliun di seluruh pasar. Aksi ini turut menekan sentimen jangka pendek.
Proyeksi dan level teknikal
Analis dari Pilarmas memperkirakan potensi pelemahan terbatas hari ini dengan level teknikal yang perlu diperhatikan. Mereka mematok area support dan resistance sebagai acuan bagi pelaku pasar.
Kami melihat IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance 6.250 – 6.390.
Secara keseluruhan, prospek domestik masih relatif solid. Meski ruang pertumbuhan dapat terpengaruh apabila tekanan eksternal tersebut memburuk.
Risiko dan fokus pelaku pasar
Pergerakan IHSG hari ini diperkirakan masih dipengaruhi sentimen global dan aksi ambil untung. Pelaku pasar akan mencermati perkembangan geopolitik, pergerakan harga minyak, tingkat imbal hasil obligasi AS, serta arah nilai tukar rupiah.
Dalam jangka pendek, IHSG berpeluang bergerak fluktuatif sepanjang hari. Pasar akan menguji apakah penguatan awal dapat dipertahankan hingga penutupan atau tergelincir kembali oleh tekanan eksternal.
Investor disarankan menjaga kehati-hatian dan memantau level teknikal yang telah ditetapkan sambil memperhatikan perkembangan faktor global yang dapat mempercepat perubahan sentimen.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Rupiah Anjlok ke Rp17.887, BI: Faktor Eksternal Jadi Pemicu
Rupiah melemah ke Rp17.887 per USD pada 24 Sept 2026 akibat pengetatan moneter AS, kenaikan yield Treasury,...
Legislator: Omnibus Law Keuangan Baru Belum Diperlukan
Said Abdullah menilai omnibus law baru untuk sektor keuangan belum perlu karena UU P2SK 2023 masih relevan d...
IHSG Turun 1,06% ke 6.307,11 pada Penutupan Sesi I
IHSG ditutup pada 6.307,11 (-1,06%) pada penutupan sesi I, dipengaruhi aksi jual asing dan tekanan teknikal...
IHSG Melemah 0,17% ke 6.364 pada Pembukaan Perdagangan 24 Sept 2026
IHSG dibuka melemah 0,17% ke 6.364,12 pada 24 Sept 2026, terdorong kenaikan imbal hasil US Treasury dan kekh...
Rupiah Anjlok di Pembukaan, Dolar AS Menguat Tajam
Rupiah melemah pada pembukaan 24 Sept 2026 ke Rp17.902 per dolar, terdorong penguatan dolar AS dan kenaikan...
Harga Emas Antam Turun Rp25.000 per Gram, Ini Daftarnya
Harga emas Antam turun Rp25.000/gram pada 24 Sept 2026; harga 1 gram kini Rp2.605.000, simak daftar lengkap...