IHSG Siang Turun 0,55% ke 6.263,73 Terdorong Konflik dan Minyak
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada jeda siang perdagangan Jumat, 25 September 2026, turun 0,55% atau 34,88 poin ke level 6.263,73. Penurunan ini dipengaruhi sentimen eksternal terkait ketegangan geopolitik dan lonjakan harga minyak.
Kinerja IHSG pada Sesi Pertama
IHSG sempat menguat menuju titik tertinggi di 6.328,41 sebelum berbalik turun dan menyentuh level terendah di 6.261,47. Pada perdagangan Kamis sebelumnya, indeks ditutup anjlok 1,2% ke level 6.298,61.
Proyeksi Pergerakan dan Rekomendasi
Analis memperkirakan IHSG akan bergerak di rentang support 6.220-6.280 dan resistansi 6.300-6.330. Jika indeks gagal kembali di atas 6.300, potensi koreksi lanjutan besar kemungkinannya terjadi.
"Hari ini IHSG berpotensi lanjut koreksi jika gagal lagi kembali diatas level 6.300," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman.
Sentimen Global dan Dampaknya
Sentimen pasar regional dan global menekan pasar Asia yang mayoritas melemah. Investor menahan keputusan investasi sambil memantau perkembangan diplomasi serta potensi gangguan pasokan energi.
"Ketidakpastian tentang Timur Tengah menaikkan harga minyak. Dan imbal hasil obligasi pemerintah," ujar Fanny.
Dilaporkan bahwa negosiator dari kedua pihak sedang menjajaki langkah bertahap untuk meredakan konflik, termasuk kemungkinan pembukaan kembali selat kunci dan pelonggaran kebijakan ekonomi. Perkembangan ini menjadi faktor yang diawasi pelaku pasar.
Harga Minyak dan Dampaknya pada Pasar
Harga minyak mentah Brent melonjak lebih dari 3% ke level sekitar USD107 per barel setelah serangan rudal Houthi terhadap fasilitas di wilayah Teluk. Lonjakan harga minyak meningkatkan kekhawatiran akan gangguan pasokan dan menekan sentimen pasar saham global.
Pergerakan Nilai Tukar
Di dalam negeri, nilai tukar rupiah kembali mendekati level Rp18.000 per dolar AS. Bank sentral menyatakan depresiasi rupiah lebih banyak dipicu faktor eksternal, terutama ketegangan geopolitik dan kenaikan harga minyak.
Secara keseluruhan, kombinasi sentimen eksternal dan tekanan harga komoditas membuat pasar cenderung berhati-hati menjelang sesi perdagangan berikutnya. Pelaku pasar akan terus memantau perkembangan diplomasi internasional dan data ekonomi yang dapat mempengaruhi arah IHSG.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Rupiah Anjlok ke Rp17.887, BI: Faktor Eksternal Jadi Pemicu
Rupiah melemah ke Rp17.887 per USD pada 24 Sept 2026 akibat pengetatan moneter AS, kenaikan yield Treasury,...
Legislator: Omnibus Law Keuangan Baru Belum Diperlukan
Said Abdullah menilai omnibus law baru untuk sektor keuangan belum perlu karena UU P2SK 2023 masih relevan d...
IHSG Turun 1,06% ke 6.307,11 pada Penutupan Sesi I
IHSG ditutup pada 6.307,11 (-1,06%) pada penutupan sesi I, dipengaruhi aksi jual asing dan tekanan teknikal...
IHSG Melemah 0,17% ke 6.364 pada Pembukaan Perdagangan 24 Sept 2026
IHSG dibuka melemah 0,17% ke 6.364,12 pada 24 Sept 2026, terdorong kenaikan imbal hasil US Treasury dan kekh...
Rupiah Anjlok di Pembukaan, Dolar AS Menguat Tajam
Rupiah melemah pada pembukaan 24 Sept 2026 ke Rp17.902 per dolar, terdorong penguatan dolar AS dan kenaikan...
Harga Emas Antam Turun Rp25.000 per Gram, Ini Daftarnya
Harga emas Antam turun Rp25.000/gram pada 24 Sept 2026; harga 1 gram kini Rp2.605.000, simak daftar lengkap...