RSU Vina Estetica: Prosedur Medis Telah Dilakukan pada Bayi yang Meninggal
RSU Vina Estetica menyatakan semua tindakan medis terhadap bayi yang lahir pada 13 Juni 2026 dilakukan sesuai prosedur dan diawasi tim medis. Pernyataan ini disampaikan menyusul beredarnya video yang mengklaim ada kelalaian sehingga bayi tersebut meninggal pada 15 Juni 2026.
Kronologi masuk dan persalinan
Direktur rumah sakit, dr. Jhon Lihar Purba, M.Kes, menjelaskan pasien bernama Ewira Debby Pardosi masuk dalam kondisi hamil 34 minggu dengan pembukaan empat pada Sabtu, 13 Juni 2026. Pasien memiliki riwayat asma.
Dengan pertimbangan medis dan konsultasi spesialis Obstetri dan Ginekologi, diputuskan operasi caesar. Bayi lahir pukul 19.25 WIB dengan nilai Apgar menit pertama 5 dan menit kelima 7, berat lahir 1,7 kg (prematur) dan mengalami sesak.
Tindakan medis dan pemantauan
Bayi mendapat perawatan intensif, termasuk pemasangan CPap, dan kondisi sempat stabil setelah intervensi. Namun pada pagi Senin, 15 Juni 2026 kondisi bayi menurun kembali.
Tim medis melakukan konsultasi lanjutan dengan dokter spesialis anak, dokter anestesi, dan tenaga kesehatan lain untuk tindakan tambahan sesuai kebutuhan klinis. Upaya dilakukan di ruang perawatan bayi dan disaksikan keluarga.
“Namun demikian, meski pun upaya medis telah dilakukan, bayi tersebut akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Dan tentu ini merupakan kondisi yang tidak kita inginkan bersama, kami juga sangat berduka,”
Respon rumah sakit terhadap video dan audit internal
Rumah sakit menyayangkan keluarga yang merekam dan menyebarkan video proses penanganan di media sosial dengan narasi yang dianggap menuduh pengabaian oleh tim medis. Pihak rumah sakit menilai unggahan itu memicu kesalahpahaman karena tidak disertai penjelasan berimbang.
“Saat ini komite medis RSU Vina Estetica sedang melakukan audit medis secara menyeluruh terhadap seluruh proses pelayanan yang diberikan kepada pasien dan bayi. Ini sebagai bentuk komitmen kami bahwa seluruh prosedur pelayanan yang diberikan harus sesuai standar mutu pelayanan kesehatan,”
Direktur menegaskan rumah sakit terbuka untuk dialog dengan keluarga, sekaligus mempertimbangkan langkah hukum terhadap pihak yang menyebarkan materi video tanpa kepentingan, dengan alasan potensi pelanggaran UU ITE.
Reaksi publik
Dalam penelusuran, beredar rekaman yang menunjukkan dokter anestesi dan dokter anak sedang memasang alat pernapasan. Suara emosi dari suasana keluarga terdengar dalam rekaman, beberapa pihak menilai tindakan lambat, namun sejumlah netizen juga memberi apresiasi atas upaya medis yang dilakukan.
Rumah sakit menyatakan akan menyelesaikan audit internal dan terus berkomunikasi secara terbuka untuk mengklarifikasi proses perawatan serta menjunjung empati terhadap keluarga pasien.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Sumut: Siswi Keracunan MBG, 120 Rumah Rusak, dan Gempa M6.1
Siswi dirawat dugaan keracunan MBG; 120 rumah rusak di Medan Johor; gempa M6.1 guncang perairan Nias Selatan...
BMA Salurkan Rp32,16 Miliar untuk 6.431 Pelaku Usaha di Aceh
BMA menyalurkan Rp32,155 miliar untuk 6.431 pelaku usaha Aceh hingga Agustus 2026; BMA minta lapor polisi bi...
DPRK Aceh Selatan Tahan Dukungan Usulan WPR Sampai Diverifikasi
DPRK Aceh Selatan menunda dukungan usulan WPR hingga Pemkab lakukan sosialisasi, persetujuan keuchik, dan ve...
Polwan Pematangsiantar Perketat Disiplin Jelang HUT ke-78
Polwan Polres Pematangsiantar gelar Gaktiblin pada 18 Agustus untuk tingkatkan disiplin dan profesionalisme...
Jenazah Anak 8 Tahun Ditemukan di Bawah Jembatan Sigagak
Jenazah Hidayah Sitanggang, anak 8 tahun yang hanyut di Bah Sosopan, ditemukan Rabu (19/8) di bawah jembatan...
UMSU Serahkan Smart Vineyard IoT dan Irigasi Surya di Deliserdang
UMSU serahkan Smart Vineyard berbasis IoT dan irigasi tetes tenaga surya kepada petani anggur di Deliserdang...