Spanduk Provokatif Menyerang Bupati Aceh Besar Picu Kecaman
Sebuah spanduk bernada provokatif yang menampilkan foto Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris bersama pria memegang bendera GAM muncul di ruas Jalan Banda Aceh–Medan, kawasan Gampong Tanjong, Kecamatan Ingin Jaya. Kejadian ini memicu reaksi keras dari berbagai kalangan karena dinilai berisi fitnah dan berpotensi memecah persatuan masyarakat Aceh Besar.
Isi spanduk dan lokasi pemasangan
Spanduk tersebut memuat foto Bupati Muharram Idris serta tulisan sindiran yang dianggap provokatif. Informasi yang beredar di media sosial menyebut pemasangan terjadi di jalur lintas menuju Banda Aceh dan Medan, tepatnya di Gampong Tanjong, Kecamatan Ingin Jaya.
Reaksi Satgas Komando Independen Aceh Besar
Ketua Satuan Tugas Komando Independen Aceh Besar, Anwar alias Bang Pok, mengecam keras pemasangan spanduk itu. Saat ditemui di kawasan Samahani, Kecamatan Kuta Malaka pada Rabu, 17 Juni 2026, ia menyebut isi spanduk sebagai upaya untuk memancing kegaduhan.
Spanduk itu diduga dipasang oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Foto dan tulisan yang ditampilkan sangat provokatif dan mengandung unsur fitnah,
Anwar menilai tindakan tersebut tidak hanya menyerang pribadi kepala daerah yang menjalankan tugas, tetapi juga berpotensi merusak suasana kondusif di Aceh Besar.
Dampak terhadap perdamaian dan seruan masyarakat
Bang Pok mengingatkan bahwa Aceh telah menikmati perdamaian lebih dari dua dekade sejak berakhirnya konflik. Ia menekankan pentingnya menjaga semangat rekonsiliasi dan menolak upaya pengkotak-kotakan antara unsur mantan konflik dan negara.
Jangan ada pihak yang berusaha memancing suasana damai dan mengadu domba rakyat. Perdamaian sudah berjalan selama 21 tahun, semua pihak telah saling menerima, dan masyarakat Aceh hidup dalam suasana yang aman dan nyaman,
Ia juga mengapresiasi warga Aceh Besar yang tetap berpegang pada janji perdamaian dan meminta semua pihak memfokuskan energi pada pembangunan dan kesejahteraan.
Langkah penanganan dan harapan publik
Satgas Komando Independen menyatakan akan berupaya mengungkap pelaku pemasangan spanduk agar tindakan provokatif itu tidak berulang. Menurut Anwar, pihak yang bertanggung jawab harus ditemukan agar tidak menimbulkan spekulasi dan kegaduhan di masyarakat.
Kami akan mencari tahu siapa pelakunya. Jangan sampai ada pihak-pihak yang tidak menginginkan Aceh tetap damai. Perdamaian yang telah dibangun dengan susah payah harus kita jaga bersama,
Di media sosial, kemunculan spanduk ini memancing perhatian dan kekhawatiran warganet. Sejumlah pengguna meminta aparat berwenang mengusut pemasang spanduk untuk menjaga kestabilan sosial dan politik di daerah.
Kesimpulannya, publik dan tokoh setempat menilai tindakan seperti ini tidak relevan dengan semangat rekonsiliasi di Aceh dan harus ditindak agar suasana kondusif tetap terjaga.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
DPRK Aceh Selatan Tahan Dukungan Usulan WPR Sampai Diverifikasi
DPRK Aceh Selatan menunda dukungan usulan WPR hingga Pemkab lakukan sosialisasi, persetujuan keuchik, dan ve...
Polwan Pematangsiantar Perketat Disiplin Jelang HUT ke-78
Polwan Polres Pematangsiantar gelar Gaktiblin pada 18 Agustus untuk tingkatkan disiplin dan profesionalisme...
Jenazah Anak 8 Tahun Ditemukan di Bawah Jembatan Sigagak
Jenazah Hidayah Sitanggang, anak 8 tahun yang hanyut di Bah Sosopan, ditemukan Rabu (19/8) di bawah jembatan...
UMSU Serahkan Smart Vineyard IoT dan Irigasi Surya di Deliserdang
UMSU serahkan Smart Vineyard berbasis IoT dan irigasi tetes tenaga surya kepada petani anggur di Deliserdang...
Polrestabes Medan Tangkap 3 Pelaku Jual Narkoba di Kafe
Polrestabes Medan menangkap tiga pelaku penjualan narkoba di kafe Jalan Darusalam, menyita dua bungkus vape...
FORMASSU-SMAM Mendesak Pemko Medan Segera Bantu Korban Puting Beliung
FORMASSU dan SMAM mendesak Pemko Medan segera melakukan pendataan dan menyalurkan bantuan darurat serta prog...