RSK Dharmais Targetkan Pengurangan Sampah Lewat Net Zero Hospital
Rumah Sakit Kanker (RSK) DharmaisNet Zero Hospital untuk menekan produksi sampah hingga mengurangi beban operasional dan meningkatkan kenyamanan pasien. Program ini diumumkan pada Jumat, 25 September 2026, dan menyasar perilaku sehari-hari civitas hospitalia agar lebih ramah lingkungan.
Program dan target pengurangan sampah
RSK Dharmais menghasilkan sekitar 1,5 ton sampah per hari. Program Net Zero Hospital dirancang untuk menurunkan volume sampah sekaligus memperkuat budaya kerja yang efisien dan peduli lingkungan di rumah sakit.
Langkah sederhana yang diimbau
Direktur Layanan Operasional RSK Dharmais, dr. Juliana Aritonang, menyampaikan bahwa upaya lingkungan tidak harus rumit. Ia mengajak seluruh staf dan pengunjung membiasakan kebiasaan hemat energi dan sumber daya.
- Mematikan lampu dan komputer setelah digunakan.
- Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai bila memungkinkan.
- Mengutamakan penggunaan tangga untuk aktivitas tertentu agar penggunaan lift berkurang.
- Memakai air dan listrik secara efisien dalam operasional harian.
Sampah kita bisa hasilkan kurang lebih sampai dengan 1,5 ton. Harapannya dengan Net Zero ini, kita bisa membangun budaya kerja yang lebih baik, khususnya lebih peduli terhadap lingkungan.
Juliana menegaskan bahwa komitmen terhadap kebiasaan kecil tersebut harus dijalankan konsisten oleh seluruh civitas hospitalia. Langkah sederhana itu dianggap sebagai bagian penting dari upaya mencapai target Net Zero.
Manfaat bagi pasien dan operasional
Menurut Juliana, penerapan Net Zero Hospital tidak hanya berdampak pada lingkungan tetapi juga pada kualitas pelayanan. Lingkungan yang lebih bersih dan nyaman diproyeksikan meningkatkan kenyamanan pasien, terutama pasien kanker yang menjalani perawatan di RSK Dharmais.
Net Zero Hospital yang kami harapkan pertama bisa menciptakan lingkungan yang lebih nyaman, yang lebih bersih. Khususnya untuk pasien-pasien Rumah Sakit Kanker Dharmais.
Selain itu, penggunaan energi dan sumber daya secara bijak diharapkan mendatangkan efisiensi operasional jangka panjang. Efisiensi ini membantu rumah sakit mengalokasikan sumber daya lebih optimal untuk pelayanan medis.
Implikasi dan harapan ke depan
Juliana berharap pencanangan Net Zero Hospital di RSK Dharmais menjadi contoh bagi fasilitas kesehatan lain. Jika diadopsi luas, program ini bisa memperbaiki lingkungan layanan kesehatan dan meningkatkan kesejahteraan pasien secara umum.
Dengan langkah-langkah konkrit dan kebiasaan sehari-hari yang konsisten, RSK Dharmais menargetkan pengurangan sampah serta operasional yang lebih ramah lingkungan sebagai bagian dari layanan kesehatan berkelanjutan.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Kristin Tjandra: Komunikasi Dua Arah Kunci Konsultasi Dokter
Dr. Kristin Tjandra: komunikasi dua arah antara pasien dan dokter kunci konsultasi efektif dan cegah miskons...
Perbedaan Influenza dan Pneumonia: Penyebab, Risiko, Pencegahan
Dokter Joyce Bratanata jelaskan perbedaan influenza dan pneumonia, faktor risiko lansia dan komorbid, serta...
Dokter Ingatkan Persiapan Kesehatan Jemaah Sebelum Berangkat Haji
Dokter sarankan pemeriksaan kesehatan 2–6 bulan sebelum haji; waspadai infeksi pernapasan, komorbid, dan kon...
Komisi IX Minta Kemenkes Peringatkan Warga soal Super Flu
Komisi IX minta Kemenkes aktif peringatkan warga soal influenza A(H3N2) subclade K yang terdeteksi di 13 pro...
Prof. Deby Bawa Sains Regeneratif dan Kebaya Nusantara ke Venice
Prof. Deby Vinski tampil sebagai pembicara di The Longevity Code Gala Dinner Venice 2026, memperkenalkan sai...
JKN Jangkau 98,6% Warga, BPJS Tekankan Prinsip Gotong Royong
JKN menjangkau 98,6% atau 286 juta warga untuk perlindungan finansial; BPJS dan DJSN tekankan gotong royong...