Kesehatan

RSK Dharmais Canangkan Program Net Zero Hospital untuk Kurangi Emisi

Bagikan:
RSK Dharmais meluncurkan program Net Zero Hospital untuk mengurangi emisi dan penerapan rumah sakit ramah lingkungan

Rumah Sakit Kanker (RSK) Dharmais mencanangkan Program Net Zero Hospital pada Jumat, 25 September 2026 di Jakarta Barat. Inisiatif ini bertujuan menekan emisi karbon lewat efisiensi energi, pengelolaan sumber daya, dan penerapan prinsip rumah sakit ramah lingkungan.

Inti target dan strategi

Kepala Instalasi Kesehatan Lingkungan RSK Dharmais, Wisnu Handoyo, mengatakan target net zero menuntut pengurangan emisi melalui langkah-langkah operasional yang lebih efisien. Program ini menitikberatkan pada penghematan energi, pengelolaan air dan limbah, serta praktik operasional berkelanjutan.

“Pencanangan ini menegaskan komitmen kami mengembangkan langkah strategis untuk mengurangi emisi karbon serta meningkatkan efisiensi energi. Upaya tersebut juga mencakup pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan sebagai bagian dari target Net Zero Hospital,” kata Wisnu Handoyo.

Sumber emisi yang diidentifikasi

Menurut Wisnu, rumah sakit perlu memetakan berbagai sumber emisi untuk mengukur dan mengurangi jejak karbon. Ia membagi sumber emisi dalam tiga lingkup utama:

  • Emisi langsung dari aktivitas operasional di fasilitas.
  • Emisi dari energi yang dibeli, seperti listrik dan bahan bakar.
  • Emisi tidak langsung dari rantai pasok dan layanan pendukung.

Pemetaan ini menjadi dasar untuk menetapkan prioritas tindakan dan indikator capaian.

Jejak keberlanjutan dan sertifikasi

Upaya keberlanjutan RSK Dharmais bukan hal baru. Rumah sakit ini telah mengembangkan fasilitas yang memperhatikan aspek lingkungan sejak tahun 2000. Pada 2025–2026, beberapa gedung mendapat pengakuan resmi.

“Pada 2025-2026, Gedung Cendana dan Gedung Parkir RSK Dharmais memperoleh sertifikasi Bangunan Gedung Hijau dan Greenship. Sertifikasi mencakup perencanaan, konstruksi, hingga pemanfaatan dan operasional gedung,” ucap Wisnu.

Sertifikasi tersebut dianggap sebagai langkah konkret menuju operasi yang lebih rendah emisi dan berdampak lingkungan minimal.

Implikasi dan langkah berikutnya

Wisnu menekankan bahwa pencanangan Net Zero Hospital bukan hanya soal infrastruktur. Transformasi juga mencakup perubahan praktik kerja dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari tenaga medis hingga penyedia jasa dan pemasok.

“Prinsip keberlanjutan harus diterapkan dalam operasional, penggunaan energi, pengelolaan air dan limbah, serta kualitas lingkungan dalam ruang. Pencanangan Net Zero Hospital bukan titik akhir, melainkan awal perjalanan panjang dan komitmen bersama,” ujar Wisnu.

RSK Dharmais kini menyiapkan langkah monitoring, target pengurangan emisi terukur, dan kolaborasi dengan mitra untuk merealisasikan program ini dalam beberapa tahun ke depan.

Putri Anindya
Penulis
Putri Anindya

Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.

Berita Terkait