Nasional

Wamen Komdigi: RRI harus transformasi ke platform digital

Bagikan:
Nezar Patria berbicara di Sarasehan RRI tentang transformasi digital

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mendorong Radio Republik Indonesia (RRI) bertransformasi ke platform digital agar tetap relevan menghadapi perubahan ekosistem media dan pola konsumsi audiens. Pernyataan itu disampaikan usai Sarasehan RRI bertajuk ‘RRI Kemarin, Kini, dan Nanti’ di Auditorium Jusuf Ronodipuro RRI, Jakarta, Rabu, 9 September 2026.

Dorongan adaptasi ke platform digital

Nezar menilai RRI harus memanfaatkan teknologi baru untuk menjangkau audiens yang kini berkumpul di ruang daring. Ia menyoroti pentingnya pengembangan platform streaming sebagai salah satu fokus utama adaptasi.

“Saya kira harus beradaptasi dengan teknologi baru ya. Misalnya kayak radio digital, terus juga dengan platform-platform, platform streaming terutama, karena di sanalah berkumpul audiens,”

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa langkah digital bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis untuk memastikan siaran RRI tetap terdengar oleh publik modern.

Menjaga karakter dan tanggung jawab sejarah

Meski mendorong modernisasi, Nezar menekankan transformasi tidak boleh mengorbankan karakter dan fungsi RRI sebagai media publik nasional. Menurutnya, identitas RRI harus dipertahankan selama proses digitalisasi.

“Kita nggak bisa menolak kenyataan ini. Jadi bagaimana RRI beradaptasi dengan lingkungan baru, dengan ekologi media yang baru,”

Ia menyebut modal penting yang harus dipertahankan:

  • Kreativitas
  • Integritas
  • Tanggung jawab sejarah

“Jadi, saya kira tidak ada halangan untuk itu. Yang dibutuhkan adalah kreativitas, integritas, dan tanggung jawab sejarah,”

Dukungan pemerintah dan landasan hukum

Nezar memastikan pemerintah akan mendukung penguatan RRI sebagai platform komunikasi publik. Ia mengingatkan posisi RRI yang memiliki landasan konstitusi dan undang-undang, sehingga keberadaannya perlu diperkuat secara bersama.

“Jadi saya kira bagaimana memperkuat platform-platform komunikasi publik yang berada di bawah undang-undang, yang dimiliki oleh rakyat Indonesia. Saya kira ini menjadi kewajiban kita semua untuk memperkuat eksistensi Radio Republik Indonesia,”

Dukungan ini dinilai penting agar RRI mampu menjalankan peran informatif dan edukatif di tengah dinamika informasi yang semakin cepat.

Implikasi dan langkah ke depan

Transformasi digital RRI berimplikasi pada kebutuhan peningkatan kapasitas teknis, pengembangan konten digital, dan strategi distribusi di platform streaming. Kolaborasi antara pemerintah, manajemen RRI, dan pemangku kepentingan lain disebut perlu untuk merealisasikan perubahan ini.

Dengan mempertahankan nilai-nilai historis sekaligus mengadopsi teknologi baru, RRI diharapkan tetap relevan dan efektif memenuhi fungsi sebagai media publik bagi rakyat Indonesia.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait