Nasional

Hari Jadi ke-81, Relevansi RRI Diperkuat Hadapi Disrupsi Informasi

Bagikan:
Acara Sarasehan RRI Hari Jadi ke-81 di Gedung RRI Jakarta

Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (RRI) memperkuat relevansinya menjelang perayaan Hari Jadi ke-81 pada 9 September 2026. Dalam sarasehan bertajuk RRI, Kemarin, Kini, dan Nanti di Gedung RRI Jakarta, pimpinan dan narasumber menyoroti tantangan disrupsi informasi serta strategi agar konten RRI tetap berdampak bagi publik.

Tantangan disrupsi informasi

Direktur Utama RRI I Hendrasmo menyatakan disrupsi informasi menjadi tantangan utama saat ini. Perkembangan teknologi membuat publik sulit membedakan informasi benar dan keliru. Oleh karena itu RRI menegaskan pentingnya mempertahankan kepercayaan dan relevansi.

"Kita akan terus berupaya relevan dan berdampak. Konten-konten RRI harus membantu mewujudkan tujuan nasional."

Peran RRI dalam komunikasi pemerintah

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia, Muhamad Qodari, menilai RRI memiliki peran strategis untuk menyampaikan program pemerintahan kepada publik. Ia mengingatkan bahwa jangkauan stasiun belum tentu mencerminkan jumlah pendengar dan efektivitas pesan.

"Bukan hanya memperhatikan coverage berdasarkan jumlah stasiun dan pemancar, tetapi juga harus menghitung berapa pendengarnya."

Keberagaman suara dan respons publik

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyoroti kekuatan RRI dalam menampilkan keberagaman Indonesia. Ia memberi contoh bagaimana isu yang dibahas melalui siaran RRI kerap memancing respons dari berbagai daerah, menunjukkan hubungan langsung antara program dan masyarakat.

"Saya senang ketika mendengar satu isu dibahas di RRI kemudian ditanggapi masyarakat dari berbagai daerah. Ini menunjukkan keberagaman dan kekuatan RRI."

Rekaman perjalanan dan tantangan ke depan

Sarasehan juga menghadirkan tokoh yang mengikuti perjalanan panjang RRI. Hadir antara lain:

  • Paulus Widyanto, Ketua Dewan Pembina Pendengar dan Pemerhati RRI
  • Irawan Ronodipuro, putra pendiri RRI Jusuf Ronodipuro

Mereka membahas sejarah lembaga, perubahan ekosistem media, dan kebutuhan strategi baru untuk mempertahankan peran publik RRI.

Pada penutup acara, para pembicara sepakat RRI harus memadukan jangkauan tradisional dengan inovasi digital. Langkah ini dianggap penting agar RRI tidak hanya luas dari sisi infrastruktur, tetapi juga efektif dalam menyentuh pendengar dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait