Nasional

Wamenkomdigi Dorong Aceh Jadi Pengawal Teknologi di Selat Malaka

Bagikan:
Peta posisi Aceh di ujung Selat Malaka dengan jalur kabel bawah laut internasional

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, mendorong Provinsi Aceh memaksimalkan posisi strategisnya di ujung Selat Malaka untuk mengawal pengembangan teknologi dan ekonomi digital. Pernyataan itu disampaikan di Jakarta, Rabu, 9 September 2026, saat Nezar menekankan peran kabel komunikasi bawah laut yang melintasi Selat Malaka.

Posisi geografis dan infrastruktur kabel bawah laut

Aceh berada pada jalur penting yang dilintasi berbagai kabel bawah laut internasional. Nezar menjelaskan bahwa kabel-kabel ini bukan sekadar infrastruktur telekomunikasi biasa, melainkan tulang punggung lalu lintas data antarnegara.

"Subsea cable yang menghubungkan internet yang kita pakai sekarang. Itu melintas, di bawah Selat Malaka,"

Dengan kata lain, letak Aceh membuka peluang untuk menjadi hub digital regional jika kapasitas lokal dikembangkan. Hal ini mencakup kesiapan infrastruktur, pusat data, dan ekosistem layanan digital.

Tantangan: dari konektivitas ke penguasaan teknologi

Nezar menegaskan bahwa posisi geografis saja tidak otomatis menghasilkan manfaat ekonomi. Aceh harus mampu menciptakan nilai dari posisi strategis itu melalui penguasaan teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

"Yang penting bukan lagi Selat Malaka sebagai anugerah geografis. Pertanyaannya adalah bagaimana kita menciptakan nilai dari Selat Malaka itu,"

Menurut Nezar, tantangan ke depan meliputi pemerataan akses, pelatihan keterampilan digital, dan adaptasi teknologi untuk kebutuhan ekonomi serta pemerintahan setempat.

Dampak dan langkah kebijakan yang dibutuhkan

Jika dimanfaatkan, posisi Aceh dapat meningkatkan investasi di sektor digital dan layanan data. Upaya yang diperlukan antara lain perencanaan infrastruktur lokal, program peningkatan kapasitas, dan kolaborasi antara pemerintah daerah dengan penyedia layanan global.

Nezar menekankan pentingnya rencana terpadu agar manfaat kabel bawah laut sampai ke masyarakat dan pelaku usaha lokal. Dengan strategi yang tepat, Aceh bisa berperan sebagai pengawal pengembangan teknologi di kawasan Selat Malaka.

Ke depan, fokus pada pengembangan kapasitas, kebijakan yang mendukung, dan ekosistem digital yang inklusif menjadi kunci agar keuntungan geografis berubah menjadi nilai ekonomi nyata bagi Aceh.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait