Ponorogo Bahas RISPS: Dorong Bank Sampah dan Satgas RT
PONOROGO – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Ponorogo, Agung Priyanto, menghadiri Focus Group Discussion (FGD) terkait Rencana Induk Sistem Pengelolaan Sampah (RISPS) Kabupaten Ponorogo, Rabu (9/9/2026). Forum itu membahas strategi membangun pengelolaan sampah berbasis komunitas yang partisipatif, konsisten, dan berkelanjutan.
Peserta dan tujuan FGD
Diskusi berlangsung di Ruang Meeting Planet Warok Ponorogo dan melibatkan Dinas Lingkungan Hidup, akademisi, pengelola bank sampah, pengelola TPS, serta komunitas yang bersentuhan langsung dengan persoalan sampah. Agenda utama adalah merumuskan kebijakan dan langkah praktis untuk mengelola sampah dari hulu ke hilir.
Peran pemerintah dan tanggung jawab kolektif
Agung menegaskan bahwa pemerintah tetap berperan penting menyediakan kebijakan, fasilitas, dan stimulus. Namun, menurutnya pengelolaan sampah tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah.
"Tidak bisa sampah ini hanya dibebankan kepada pemerintah. Harus ada tanggung jawab kolektif semuanya,"
Ia mengatakan kesuksesan RISPS bergantung pada sinergi antara pemerintah, akademisi, komunitas, dan masyarakat. Oleh karena itu diperlukan stimulus yang mendorong partisipasi aktif warga.
Pemilahan sampah sejak sumber
Agung menekankan pentingnya pemilahan sampah dimulai dari rumah tangga. Dengan memilah sejak sumber, sampah yang masih bernilai ekonomi tidak langsung berakhir di tempat pembuangan.
"Sampah bawa berkah, bukan musibah. Harus dikelola secara baik. Sampah bisa dijadikan apa? Ada nilai manfaatnya,"
Selain itu, ia mengusulkan pembuatan naskah akademik untuk memperjelas peran berbagai pihak dalam pengelolaan sampah.
Bank sampah, pembagian peran, dan satgas RT
Dalam FGD muncul gagasan agar setiap desa memiliki bank sampah sebagai wadah pengelolaan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat. Agung juga mendorong pembagian peran antarkelompok untuk meningkatkan efisiensi.
- Kelompok fokus sampah plastik
- Kelompok fokus sampah kertas
- Kelompok fokus sampah organik
Selain itu, salah satu rekomendasi adalah pembentukan tim atau satgas sampah di tingkat RT atau dusun untuk memicu partisipasi awal warga.
"Bagaimana pemerintah memberi stimulus agar partisipasi masyarakat aktif. Ada kelompok-kelompok yang membangun sinergi dengan pemerintah,"
Pilot project dan kesinambungan program
Sebagai Sekretaris Komisi C yang bermitra dengan Dinas Lingkungan Hidup, Agung mendorong adanya desa sebagai pilot project. Desa percontohan itu diharapkan menjadi model yang dapat direplikasi ke wilayah lain.
Ia menekankan pentingnya penganggaran yang jelas, konsistensi pelaksanaan, dan pengawalan agar program tidak berhenti pada kegiatan sesaat. Dengan demikian, pengelolaan sampah dapat menghasilkan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Agung menutup diskusi dengan menegaskan kembali visi bersama untuk membangun tanggung jawab kolektif dan sistem pengelolaan sampah yang membawa manfaat ekonomi dan lingkungan bagi Ponorogo.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
ASN Blitar Kerja Bakti di Pasar lewat Gerakan ASRI
ASN Blitar dikerahkan dalam Gerakan ASRI untuk membersihkan Pasar Kanigoro dan Sutojayan pada 30 Oktober 202...
Novita Hardini Ajak Pemuda Trenggalek Manfaatkan Peluang Industri Gim
Novita Hardini mendorong pemuda Trenggalek mengubah hobi jadi profesi lewat industri gim untuk menciptakan k...
Novita Dorong Pemuda Trenggalek Manfaatkan Industri Gim
Novita Hardini ajak pemuda Trenggalek kembangkan keterampilan industri gim agar hobi jadi karya bernilai eko...
Bupati Sumenep Ajak Teladani Leluhur dalam Ziarah Hari Jadi ke-757
Bupati Sumenep pimpin ziarah di Asta Tinggi pada Hari Jadi ke-757 dan ajak masyarakat meneladani perjuangan...
DPRD Jember Teruskan 18 Tuntutan Mahasiswa, Tak Bisa Hentikan Tapera
DPRD Jember akan meneruskan 18 tuntutan mahasiswa ke pusat, namun tak berwenang menghentikan Tapera dan prog...
Ketua Komisi E Usulkan AI untuk Menghidupkan Wayang ke Generasi Muda
Ketua Komisi E Jatim usulkan AI untuk menghidupkan wayang agar lakon dan nilai budaya lebih mudah dijangkau...