Rieke Minta RRI Sajikan Liputan Humanis Piala Dunia 2026
Anggota DPR RI Fraksi PDI-Perjuangan Rieke Diah Pitaloka mengapresiasi kerja Radio Republik Indonesia (RRI) yang menggelar siaran 24 jam selama Piala Dunia 2026. Pernyataan itu disampaikannya pada Minggu, 14 Juni 2026, sebagai bentuk dukungan atas dedikasi lembaga penyiaran publik bagi masyarakat.
Apresiasi terhadap siaran 24 jam RRI
Rieke menilai langkah RRI menghadirkan siaran nonstop sebagai bukti komitmen lembaga penyiaran negara dalam memberi informasi kepada publik. Menurutnya, kehadiran RRI memberi ruang bagi masyarakat yang tidak dapat mengikuti siaran televisi atau kanal berbayar.
Salut dan berterima kasih pada RRI yang tetap setia menemani rakyat. Siaran 24 jam itu bukti dedikasi.
Dorongan liputan dari sisi humanis
Rieke meminta agar RRI tidak hanya fokus pada skor dan statistik pertandingan. Ia menekankan perlunya konten yang menampilkan wajah kemanusiaan di balik gelaran sepak bola terbesar di dunia.
Jangan lupa liputan sisi humanis, cerita suporter difabel, inisiatif perdamaian dari komunitas akar rumput di Meksiko atau Kanada. Dan bagaimana warga sekitar stadion merasakan dampak Piala Dunia.
Melibatkan anak, perempuan, dan kelompok minoritas
Selain cerita suporter difabel, Rieke berharap RRI masif mengangkat suara anak-anak, perempuan, dan kelompok minoritas. Ia mendorong agar suara kelompok rentan turut hadir dalam diskusi tentang sepak bola dan isu kemanusiaan.
RRI sebagai media publik harus terus mengingatkan, bahwa di tengah gemerlap Piala Dunia, masih ada perang dan kelaparan. Sepak bola jangan jadi candu yang melupakan penderitaan saudara kita.
Seruan kepada FIFA dan panitia penyelenggara
Rieke juga menyerukan agar FIFA dan panitia Piala Dunia memberikan perhatian serius terhadap isu keadilan sosial. Ia mengingatkan agar penyelenggaraan tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan komersial.
Saya berharap FIFA dan panitia memberikan perhatian serius pada isu keadilan sosial. Jadi, tidak sebatas mencari keuntungan komersial.
Dukungan pada tim yang junjung nilai kemanusiaan
Dalam kesempatan sama, Rieke mengungkapkan preferensi personalnya terhadap tim yang dianggapnya menjunjung sportivitas dan nilai kemanusiaan. Ia mengatakan mendukung tim yang tegas menolak rasisme dan membela hak anak di zona konflik.
Saya mendukung tim kemanusiaan. Siapa pun yang menjunjung tinggi nilai sportivitas, anti-rasisme, dan membela hak-hak anak di zona konflik.
Imbauan Rieke menempatkan perhatian pada dimensi sosial sebagai pelengkap liputan olahraga. Ke depan, permintaan agar media publik menyorot aspek kemanusiaan bisa memperluas narasi Piala Dunia, dari sekadar kompetisi menjadi momen refleksi sosial.
Berita Terkait
Peluang Duel Ronaldo vs Messi di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 2026 masih menyimpan peluang duel Ronaldo vs Messi, dari fase gugur sampai final pada 19 Juli 20...
Labubu x FIFA: Koleksi Resmi Piala Dunia 2026 dari Pop Mart
Pop Mart dan FIFA rilis koleksi Labubu resmi bertema Piala Dunia 2026, tersedia online, toko fisik, dan pop-...
Raducanu Tantang Vekic di Final Queen’s Club
Emma Raducanu melaju ke final Queen’s Club (13 Juni 2026) dan akan menghadapi Donna Vekic, yang lolos dari s...
Skotlandia Puncaki Grup C Usai Menang, Brasil dan Maroko Imbang
Skotlandia puncaki Grup C usai menang 1-0 atas Haiti; Brasil dan Maroko bermain imbang 1-1 sehingga persaing...
Skotlandia Taklukkan Haiti 1-0, McGinn Bawa Tiga Poin
Skotlandia menang 1-0 atas Haiti lewat gol John McGinn (28'), membawa mereka puncaki Grup C Piala Dunia 2026...
Piala Dunia 2026: 6 Rekor yang Bisa Dipecahkan Lionel Messi
Lionel Messi berpeluang memecahkan enam rekor di Piala Dunia 2026, termasuk penampilan keenam, rekor gol Klo...