Rieke Dukung 'Tim Kemanusiaan' untuk Piala Dunia 2026
Anggota DPR RI Fraksi PDI-Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka, menyatakan dukungan pada "tim kemanusiaan" untuk Piala Dunia 2026. Pernyataan itu disampaikan pada Minggu, 14 Juni 2026, saat Rieke membahas bagaimana turnamen internasional bisa menjadi sarana menyuarakan nilai sportivitas, anti-rasisme, dan perlindungan anak di zona konflik.
Peralihan dukungan: dari Brasil ke tim yang membela nilai kemanusiaan
Rieke mengakui dulu menjagokan Brasil karena gaya permainan yang atraktif. Namun kini ia lebih memilih tim yang mengedepankan hati nurani dan keberpihakan pada isu kemanusiaan.
Dulu waktu sekolah, saya suka Brazil karena gaya bola indah. Sekarang saya lebih suka tim yang indah hati nuraninya
Menurutnya, pilihan itu bukan sekadar soal performa di lapangan, melainkan sikap tim terhadap isu-isu kemanusiaan global.
Siapa yang didukung: contoh tim dan nilai yang dicari
Rieke menyatakan simpati pada tim-tim yang berani bersuara untuk gencatan senjata di Palestina dan pada tim pengungsi. Ia menekankan dukungan pada siapa pun yang menjunjung nilai-nilai yang disebutkannya.
Saya mendukung tim kemanusiaan. Siapa pun yang menjunjung tinggi nilai sportivitas, anti-rasisme, dan membela hak-hak anak di zona konflik
- Tim yang menyerukan gencatan senjata di wilayah konflik
- Tim pengungsi yang mewakili korban konflik
- Tim yang aktif melawan rasisme dan mempromosikan hak anak
Piala Dunia 2026 sebagai medium pesan perdamaian
Rieke melihat Piala Dunia 2026 sebagai momentum strategis untuk menyebarkan pesan perdamaian. Ia menyinggung jumlah total pertandingan sebagai peluang terbesar untuk menjangkau audiens global.
Piala Dunia 2026 adalah peluang emas. Bayangkan, ada 104 pertandingan. Jika setiap pertandingan diselingi pesan perdamaian dan penggalangan dana kemanusiaan, dampaknya luar biasa
Dengan jumlah 104 pertandingan, Rieke mengusulkan agar setiap laga menyisipkan pesan-pesan perdamaian dan program penggalangan dana kemanusiaan.
Harapan pada media penyiaran
Rieke menaruh harapan pada lembaga penyiaran, khususnya RRI, untuk menyajikan peliputan yang mengedepankan pesan perdamaian selama turnamen.
Saya mengajak seluruh pihak, termasuk RRI, menjadikan turnamen ini sebagai gerakan global. 'Satu Bola untuk Perdamaian, Satu Dunia untuk Kemanusiaan'
Ia mendorong seluruh pihak agar memanfaatkan jangkauan Piala Dunia untuk menggalang perhatian dan dukungan bagi upaya kemanusiaan.
Implikasi dan prospek ke depan
Pernyataan Rieke menempatkan Piala Dunia 2026 bukan hanya sebagai ajang olahraga, tetapi juga sebagai platform diplomasi publik dan kampanye kemanusiaan. Jika gagasan penyisipan pesan perdamaian terlaksana, turnamen berpotensi mendorong aksi kolektif di tingkat internasional.
Ke depan, perhatian akan tertuju pada respons federasi penyelenggara, tim nasional, dan media penyiaran terhadap inisiatif yang menggabungkan sepak bola dan advokasi kemanusiaan ini.
Berita Terkait
Peluang Duel Ronaldo vs Messi di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 2026 masih menyimpan peluang duel Ronaldo vs Messi, dari fase gugur sampai final pada 19 Juli 20...
Labubu x FIFA: Koleksi Resmi Piala Dunia 2026 dari Pop Mart
Pop Mart dan FIFA rilis koleksi Labubu resmi bertema Piala Dunia 2026, tersedia online, toko fisik, dan pop-...
Raducanu Tantang Vekic di Final Queen’s Club
Emma Raducanu melaju ke final Queen’s Club (13 Juni 2026) dan akan menghadapi Donna Vekic, yang lolos dari s...
Skotlandia Puncaki Grup C Usai Menang, Brasil dan Maroko Imbang
Skotlandia puncaki Grup C usai menang 1-0 atas Haiti; Brasil dan Maroko bermain imbang 1-1 sehingga persaing...
Skotlandia Taklukkan Haiti 1-0, McGinn Bawa Tiga Poin
Skotlandia menang 1-0 atas Haiti lewat gol John McGinn (28'), membawa mereka puncaki Grup C Piala Dunia 2026...
Piala Dunia 2026: 6 Rekor yang Bisa Dipecahkan Lionel Messi
Lionel Messi berpeluang memecahkan enam rekor di Piala Dunia 2026, termasuk penampilan keenam, rekor gol Klo...