REX Peunayong Kembali Beroperasi sebagai Warung Kopi Modern
Banda Aceh — REX Peunayong, pusat kuliner legendaris di pusat Kota Banda Aceh, resmi beroperasi kembali pada Selasa (22/9) dengan wajah baru sebagai warung kopi modern. Peresmian dilakukan Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal dan dihadiri Bupati Aceh Besar Muharram, Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah ST, serta Wakil Ketua DPRK Daniel Abdul Wahab.
Peresmian dan konsep baru
Tempat yang dulu sempat vakum itu kini hadir kembali dengan kapasitas lebih besar dan tampilan kekinian. Meski bergaya modern, nama REX tetap dipertahankan sebagai penghubung antara memori masa lalu dan identitas baru.
Dorongan optimalisasi aset milik kota
Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah memberi apresiasi atas kebangkitan REX dan mendorong pemanfaatan aset-aset Pemko yang masih terlantar agar difungsikan kembali.
"Ke depan, aset-aset milik Pemko Banda Aceh yang masih terlantar agar dapat difungsikan. Banyak aset yang memiliki peluang untuk dikelola pihak swasta,"
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dengan dunia usaha untuk mengelola aset secara produktif.
Daftar aset yang berpotensi dikembangkan
Irwansyah menyebutkan beberapa lokasi yang berpeluang dikembangkan melalui kerja sama pemerintah-swasta, antara lain:
- eks Pasar Kartini
- Riverwalk Krueng Aceh
- rooftop Pasar Aceh
- jalan beratap di depan SMPN 9
- beberapa lokasi lain di kawasan kota
Menurutnya, keterlibatan pelaku usaha tidak hanya mengoptimalkan aset pemerintah, tetapi juga membuka lapangan kerja dan membantu tumbuhnya UMKM.
"Kita butuh pengusaha-pengusaha, apalagi pengusaha lokal, yang membuka lapangan kerja, membantu UMKM,"
Dampak terhadap pariwisata dan kehidupan lokal
REX Kopi diharapkan menjadi daya tarik tambahan di kawasan Peunayong. Area ini selama ini berkembang sebagai kawasan penginapan, dari hotel berbintang hingga penginapan sederhana yang sering menjadi tempat singgah wisatawan.
Dengan hadirnya REX, wisatawan dan warga lokal kini lebih mudah menemukan tempat menikmati kuliner khas Aceh, sekaligus menghidupkan kembali suasana kawasan kota tua Peunayong.
Sejarah singkat dan harapan ke depan
Bagi sebagian warga Banda Aceh, REX bukan sekadar tempat makan — melainkan bagian dari kenangan lama, tempat berburu jajanan malam dan menikmati ragam cita rasa Aceh. Setelah sempat beberapa kali berganti pengelola dan vakum, pengelolaan baru oleh pelaku usaha lokal memberi harapan agar lokasi ini kembali produktif.
Pengelolaan REX oleh pihak swasta diharapkan menjadi model untuk menghidupkan aset-aset kota lain sehingga berdampak pada peningkatan ekonomi lokal, kesempatan kerja, dan perkuatan sektor pariwisata.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Rico Waas: P-APBD Medan 2026 Fokus Perkuat Pelayanan dan Infrastruktur
Wali Kota Rico Waas sebut P-APBD Medan 2026 difokuskan untuk memperkuat layanan publik, atasi banjir secara...
Baitul Mal Aceh Salurkan Rp30 Juta ke Rumah Singgah C-Four
Baitul Mal Aceh menyalurkan Rp30 juta dan sembako kepada Rumah Singgah C-Four Aceh pada 22 Sept 2026 untuk m...
Bendahara PUPR Kota Sabang Mundur, Surat Sebut 'Alasan Pribadi'
Bendahara Dinas PUPR Kota Sabang, Shaimun, mengundurkan diri per 21 September 2026 dengan alasan singkat "al...
DPR: RUU Omnibus Keuangan Belum Perlu, El Nino dan BKKBN Jadi Sorotan
DPR nilai RUU Omnibus Law Sektor Keuangan belum perlu; proyeksi El Nino perkirakan 19.400 kematian di Indone...
JPU Tuntut Manap Tarigan 1 Tahun Penjara atas Judi Online di Warkop
JPU menuntut Manap Tarigan 1 tahun penjara terkait judi online di Warkop Medan; dakwaan berdasarkan Pasal 42...
Anggota DPRD Sumut Bantah Dugaan Penyalahgunaan Anggaran Wasbang
Anggota DPRD Sumut Abdul Rahim bantah tudingan penyalahgunaan anggaran Wasbang dan Sosper; sebut semua kegia...