Retakan 100 Meter Muncul di Bibir Kawah Gunung Kelimutu Usai Gempa 7,7
Badan Geologi Kementerian ESDM menemukan retakan sepanjang sekitar 100 meter di bibir Kawah I (Tiwu Ata Polo) Gunung Kelimutu, Flores, setelah wilayah Flores diguncang gempa magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026. Temuan diperoleh lewat pengamatan langsung dan pemantauan drone, dan menimbulkan kekhawatiran akan potensi longsor ke dalam kawah.
Temuan dan lokasi retakan
Hasil survei Badan Geologi menunjukkan retakan berada kurang lebih 6 meter dari bibir Kawah I. Garis retakan mengarah ke timur laut dan mengikuti kemiringan lereng kawah. Pengukuran lapangan dan data drone memperkirakan panjangnya sekitar 100 meter.
Risiko longsor dan temuan tambahan
Perkembangan retakan dikhawatirkan dapat memicu pergerakan material menuju bagian dalam Kawah I, terutama bila terjadi gempa susulan atau hujan deras. Kondisi geologi ini meningkatkan risiko longsor pada lereng kawah.
"Kondisi retakan tersebut perlu mendapat perhatian karena terdapat potensi perkembangan retakan yang dapat memicu longsoran ke arah Kawah I. Terutama, apabila terjadi gempa susulan atau hujan dengan intensitas tinggi,"
Tim survei juga mencatat adanya longsoran material endapan lama di Kawah II (Tiwu Koofai Nuwamuri). Longsoran itu bergerak ke bagian dalam kawah dan sempat menimbulkan suara gemuruh keras dari puncak Gunung Kelimutu.
"Tim survei juga mendapati adanya longsoran material endapan lama di Kawah II (Tiwu Koofai Nuwamuri). Material tersebut bergerak menuju bagian dalam kawah dan sempat menimbulkan suara gemuruh yang cukup keras dari kawasan puncak Gunung Kelimutu,"
Status vulkanik dan imbauan keselamatan
Badan Geologi memastikan aktivitas vulkanik Gunung Kelimutu masih pada Level I (Normal), meski ada perubahan morfologi dan kejadian longsoran. Dengan status ini belum ada peningkatan status aktivitas vulkanik akibat temuan retakan.
Namun, karena Gunung Kelimutu adalah tujuan wisata populer, otoritas mengeluarkan imbauan keselamatan kepada pengunjung dan warga setempat.
"Masyarakat dan wisatawan tidak mendekati kawasan retakan yang berada di sekitar bibir Kawah I. Pengunjung harus menghindari area dalam radius sekitar 6 hingga 10 meter dari bibir Kawah I,"
Tindak lanjut dan rekomendasi pengamanan
Badan Geologi meminta pemerintah daerah dan pengelola kawasan memperkuat pengamanan di lokasi. Rekomendasi meliputi pemasangan garis pembatas, papan peringatan, dan peningkatan patroli pengawasan untuk mencegah masuknya wisatawan ke zona berisiko.
- Pasang garis pembatas dan papan peringatan di sekitar bibir Kawah I
- Koordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Kelimutu di Kabupaten Ende
- Pemantauan berkelanjutan lewat pengamatan lapangan dan drone
Pemantauan kondisi geologi di sekitar kawah akan terus dilakukan untuk mendeteksi perkembangan retakan dan potensi pergerakan material. Langkah pengamanan ditargetkan menurunkan risiko terhadap pengunjung serta memungkinkan respons cepat bila terjadi peristiwa susulan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...