Bapanas Perkuat Edukasi Gizi dan Gerakan Anti-Boros di Sekolah
Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat edukasi gizi dan gerakan anti-boros pangan di sekolah melalui program kolaboratif pada 23 Agustus 2026 di Jakarta. Program ini menggabungkan pemenuhan pangan bergizi dan pendidikan gizi untuk membentuk kebiasaan mengonsumsi sesuai kebutuhan dan mengurangi sisa makanan.
Program GENIUS: gabungkan gizi dan edukasi
Kolaborasi Bapanas dengan SEAMEO RECFON diwujudkan lewat Gerakan Edukasi dan Pemberian Pangan Bergizi untuk Siswa (GENIUS) pada 2023-2024. Tujuan utamanya adalah memperkenalkan makanan bergizi sambil menanamkan kebiasaan menghargai pangan sejak usia sekolah.
Metode pembelajaran dan kebiasaan anti-boros
Pelaksanaan GENIUS mendorong anak mengenali makanan baik bagi tubuh, mengambil porsi sesuai kebutuhan, dan menghabiskan makanan yang disajikan. Pendidikan ini juga disertai gerakan Stop Boros Pangan untuk menekan limbah makanan di lingkungan sekolah.
Melalui GENIUS, kami melihat bahwa edukasi pangan dan gizi dapat berjalan bersama dengan pembiasaan yang sederhana, termasuk mengajak anak menghabiskan makanan yang diberikan,
kata Direktur Kewaspadaan Pangan Bapanas, Nita Yulianis, saat kegiatan berlangsung. Menurut Nita, kebiasaan ini membantu membentuk perilaku pangan yang baik dan menghargai nilai setiap bahan pangan.
Capaian Program NGTS
Pengalaman GENIUS sejalan dengan Nutrition Goes to School (NGTS) yang dikembangkan SEAMEO RECFON. NGTS telah berjalan satu dekade dengan pendekatan berbasis sekolah untuk memperkuat pendidikan gizi.
| Indikator | Jumlah |
|---|---|
| Pendidik dan kepala sekolah | Lebih dari 3.500 |
| Sekolah dan madrasah terdampak | Lebih dari 2.400 |
| Sekolah mendapat bimbingan teknis | 279 |
| Sekolah NGTS mandiri | 41 di 11 kabupaten/kota |
| Mitra pendamping | 13 |
Direktur SEAMEO RECFON, Rini Sekartini, menjelaskan bahwa pembentukan generasi sehat butuh intervensi gizi plus dukungan lingkungan sekolah.
Untuk mewujudkannya, kegiatan tidak cukup hanya dengan memberikan intervensi, tetapi harus diiringi edukasi gizi, lingkungan sekolah yang mendukung, guru dengan kapasitas, sekolah dengan kepemimpinan dan kebijakan. Perubahan ini membutuhkan kerja sama,
Dukungan kebijakan dan ekspansi ke daerah lain
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memberi apresiasi atas penguatan pendidikan gizi di sekolah. Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, menilai program ini mendukung pembentukan kebiasaan hidup sehat di keluarga dan sekolah.
Pendidikan gizi dan penyediaan makanan bergizi di sekolah menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan hidup sehat,
ujarnya. Kolaborasi diwujudkan secara simbolis lewat pemasangan tiga pilar NGTS: Active, Well Nourish, dan Smart of Me, saat perayaan 10 tahun NGTS di Jakarta.
Implikasi dan langkah ke depan
Program ini membuka peluang berbagi praktik baik antarsekolah di tingkat nasional dan regional. Dengan penguatan kapasitas guru, kebijakan sekolah, dan dukungan mitra, pendidikan gizi berpotensi menurunkan limbah pangan sekaligus meningkatkan status gizi anak.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Gempa Susulan NTT Terus Bertambah, Catatan Capai 7.029 Kali
BMKG mencatat 7.029 gempa susulan di NTT hingga 25 Agustus 2026, termasuk 32 gempa di atas magnitudo 5 dan g...
BMKG: Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, PM2.5 Tembus 508,8
BMKG catat 2.193 titik panas di Sumatra; Pekanbaru diselimuti kabut asap dan PM2.5 mencapai 508,8 µg/m3 sehi...
Komisi III DPR Targetkan Pengesahan RUU Perampasan Aset Desember 2026
Komisi III DPR menargetkan RUU Perampasan Aset disahkan paling lambat pada paripurna Desember 2026, dengan s...
Kemensos dan Relawan Beri Layanan Psikososial untuk Korban Gempa Sikka
Kemensos dan relawan aktifkan layanan dukungan psikososial sejak hari ketiga pengungsian gempa Sikka, priori...
Retakan 100 Meter Muncul di Bibir Kawah Gunung Kelimutu Usai Gempa 7,7
Retakan 100 meter ditemukan di bibir Kawah I Gunung Kelimutu pasca gempa 15 Agustus 2026; warga diminta menj...
Idrus Marham: Dorong Kepemimpinan Pembaruan di Muktamar NU 2026
Idrus Marham mendorong kepemimpinan pembaruan PBNU menjelang Muktamar ke-35 di Jombang (27–31 Agustus 2026);...