7 Restoran di Medan Beroperasi Tanpa UKL-UPL, Hanya Miliki SPPL
Medan — Komisi D DPRD Sumatera Utara menemukan tujuh rumah makan di Kota Medan dan sekitarnya diduga bertahun-tahun beroperasi tanpa dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL), hanya mengandalkan Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan Lingkungan (SPPL). Temuan ini terungkap dalam rapat dengar pendapat bersama Dinas Lingkungan Hidup pada Jumat (17/7). DLH menyatakan teguran berulang telah dilayangkan, namun kewajiban pengelolaan limbah tak dipenuhi.
Restoran yang disorot
Komisi D menyoroti tujuh lokasi yang terindikasi bermasalah. Nama-nama yang disebut dalam RDP adalah:
- Kalasan Iskandar Muda
- Kalasan Sun Plaza
- Kalasan Cemara Asri
- Srikandi Samanhudi
- Srikandi Cemara Asri
- Restoran Kembang Tanjung Morawa
- Lembur Kuring (Jalan Amir Hamzah)
Proses perizinan dan klarifikasi DLH
Awalnya masyarakat menginformasikan hanya satu restoran yang memiliki UKL-UPL. Namun klarifikasi DLH Kota Medan di rapat menunjukkan semua tujuh lokasi tidak memiliki dokumen tersebut dan hanya tercatat memiliki SPPL.
Jadi dari tujuh rumah makan ini hanya memiliki SPPL saja,
— Benny Harianto Sihotang, Anggota Komisi D DPRD Sumut
Menurut penjelasan anggota dewan, beberapa pengelola sempat mengajukan izin lingkungan melalui sistem OSS, tetapi tidak menyelesaikan proses hingga terbitnya dokumen resmi.
Teguran tak diindahkan dan kehadiran saat RDP
DLH Kota Medan mengakui telah berkali-kali mengirim surat teguran agar pengusaha melengkapi kewajiban lingkungan. Namun surat itu tidak digubris. Saat dipanggil memberikan klarifikasi, yang hadir sebagian besar hanya karyawan tanpa kewenangan, bukan pemilik atau pihak tercantum di Nomor Induk Berusaha (NIB).
Kami berharap yang tercantum di NIB hadir menghormati panggilan rapat. Ini yang datang hanya karyawan, sehingga banyak pertanyaan tidak bisa dijawab,
— Benny Harianto Sihotang
Dugaan penyelewengan pajak di Lembur Kuring
Selain masalah lingkungan, Komisi D menerima laporan dugaan penyelewengan pajak restoran, khususnya di Lembur Kuring. Ada indikasi pajak yang dipungut dari konsumen tidak sepenuhnya disetorkan ke kas Pemerintah Kota Medan.
Informasinya sudah pernah diperiksa oleh Polda sekitar bulan April, tetapi sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya,
— Benny Harianto Sihotang
Langkah DPRD dan penegakan hukum
Komisi D menunda pembahasan dan menjadwalkan pemanggilan ulang dalam sekitar 10 hari, sekaligus berencana memperluas pemeriksaan dengan melibatkan aparat penegak hukum. Direncanakan undangan kepada Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut dan Aspidsus Kejati Sumut pada RDP lanjutan.
Selain itu, Komisi D akan melakukan kunjungan lapangan dengan memilih dua hingga tiga restoran secara acak untuk meninjau langsung pengelolaan limbah.
Kami ingin persoalan ini selesai secara tuntas demi melindungi kepentingan masyarakat dan memastikan seluruh pelaku usaha mematuhi aturan yang berlaku,
— Benny Harianto Sihotang
Rangkaian tindak lanjut DPRD akan fokus pada verifikasi dokumen perizinan, pemeriksaan teknis pengelolaan limbah, dan koordinasi dengan instansi penegak hukum bila ditemukan indikasi pidana.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Maulid Akbar Kuta Malaka: Santuni 70 Yatim, 2.000 Jamaah
Maulid Akbar di Masjid Samahani, Kuta Malaka, 8 November, memberi santunan kepada 70 anak yatim dan diperkir...
Wakil Ketua DPRD Kritik Camat-Lurah Absen di Sosper Medan
Wakil Ketua DPRD Medan Zulkarnaen kecewa Camat Medan Timur dan Lurah Pulo Brayan Bengkel absen saat Sosper (...
Polres Sibolga Catat 502 Pelanggaran dalam Operasi Patuh Toba 2026
Polres Sibolga menertibkan 502 pelanggar dalam Operasi Patuh Toba 2026, dengan 500 teguran dan dua tilang ma...
Warga Tolak Penggabungan SD Negeri 101832 di Pancurbatu
Komite dan orang tua SDN 101832 Pancurbatu menolak penggabungan ke SDN 106820; minta keputusan Dinas Pendidi...
Rico Waas Tampung Aspirasi Warga Tegal Sari III: Drainase & Keamanan
Wali Kota Medan Rico Waas memimpin gotong royong dan Sapa Warga di Tegal Sari III untuk menindaklanjuti kelu...
RSUP H. Adam Malik Rayakan HKN ke-62: Indonesia Bergerak
RSUP H. Adam Malik menggelar rangkaian HKN ke-62 sepanjang November 2026, termasuk program Indonesia Bergera...