Ekonomi

KAI Tindaklanjuti Rekomendasi KNKT Usai Insiden Bekasi

Bagikan:

PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyatakan siap menindaklanjuti rekomendasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait insiden operasional yang terjadi di Bekasi. Pernyataan itu disampaikan menjelang tindak lanjut yang dijadwalkan pada Selasa, 29 September 2026, dan mencakup pemeriksaan kasus KA Argo Bromo Anggrek dan KA 5568A Commuter Line. KAI menegaskan tujuan utama langkah ini ialah memastikan perbaikan tepat guna supaya kejadian serupa tidak terulang.

KAI dukung penuh investigasi KNKT

Manajemen KAI menyatakan dukungan penuh terhadap proses investigasi independen KNKT. Selama proses berlangsung, perusahaan memberlakukan pembatasan operasi, atau BLB, di wilayah Bekasi untuk memberi ruang pemeriksaan dan mitigasi risiko operasional.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menilai proses investigasi bersifat komprehensif dan patut dihargai sebagai langkah perbaikan.

"KAI sangat kooperatif dalam setiap proses investigasi keselamatan yang dilakukan KNKT. Kami menerima rekomendasi yang disampaikan sebagai bahan evaluasi yang harus ditindaklanjuti secara serius. Keselamatan penumpang dan perjalanan kereta api adalah tanggung jawab yang tidak bisa ditawar," ujar Anne.

Tindak lanjut dan rencana perbaikan

KAI menegaskan rekomendasi KNKT tidak akan berhenti menjadi dokumen. Perusahaan menyusun rencana perbaikan yang meliputi prosedur operasional, kesiapan sumber daya manusia, serta peningkatan koordinasi antar instansi dan edukasi publik.

Langkah yang disiapkan KAI antara lain:

  • Evaluasi dan revisi prosedur operasional stasiun dan perlintasan
  • Pelatihan ulang bagi petugas lapangan serta simulasi darurat
  • Peningkatan kampanye keselamatan publik di perlintasan sebidang
  • Percepatan perbaikan infrastruktur bersama pihak terkait

Koordinasi dengan regulator dan penanganan perlintasan

KAI menyatakan koordinasi berkelanjutan dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan. Percepatan penanganan perlintasan sebidang menjadi fokus utama selama proses investigasi untuk mengurangi potensi bahaya bagi pengguna jalan dan perjalanan kereta.

Pengawasan prosedur dan komitmen keselamatan

Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya, menekankan pentingnya pengawasan pelaksanaan prosedur keselamatan secara berkala untuk memastikan kesiapan petugas di lapangan.

"Kami memahami bahwa di balik setiap perjalanan kereta api ada kepercayaan masyarakat yang harus kami jaga. Karena itu, setiap evaluasi harus berujung pada perbaikan. KAI berkomitmen terus belajar, memperbaiki, dan memastikan perjalanan kereta api semakin aman dan andal," kata Wisnu.

KAI memastikan setiap temuan investigasi menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat sistem keselamatan dan menjadi bagian utama dalam pengembangan operasional perkeretaapian ke depan.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait