Realisasi Investasi Triwulan I 2026 Capai Rp498,8 Triliun
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani melaporkan realisasi investasi pada triwulan I 2026 sebesar Rp498,8 triliun. Angka ini tercapai di tengah dinamika geopolitik dan geoekonomi global serta setara dengan 24,4 persen dari target tahun 2026. Laporan disampaikan dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada 15 Juni 2026.
Angka pertumbuhan dan penyerapan tenaga kerja
Rosan menyebut realisasi triwulan pertama tumbuh sekitar 7,2 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya. Investasi tersebut juga menyerap sekitar 700 ribu tenaga kerja langsung, menandakan kontribusi kuat sektor investasi terhadap pasar kerja domestik.
"Di tengah dinamika geopolitik dan geoekonomi global, alhamdulillah realisasi investasi mencapai Rp498,8 triliun. Angka ini tumbuh kurang lebih 7,2 persen atau 24,4 persen dari total target di tahun 2026,"
Komposisi PMDN dan PMA
Kontribusi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) hampir seimbang. PMDN menyumbang Rp248,8 triliun atau 49,9 persen, sedangkan PMA mencapai Rp250 triliun atau 50,1 persen.
"PMDN menyumbang 49,9 persen atau Rp248,8 triliun (tumbuh 6 persen). PMA berkontribusi 50,1 persen atau sebesar Rp250 triliun,"
Distribusi wilayah: Jawa vs luar Jawa
Distribusi investasi juga menunjukkan keseimbangan wilayah. Investasi di luar Pulau Jawa sedikit lebih tinggi, mencapai Rp251,3 triliun atau 50,4 persen dari total realisasi. Pulau Jawa berkontribusi 49,6 persen, dengan empat daerah utama: Jakarta, Jawa Barat, Banten, dan Jawa Timur.
Peran sektor hilirisasi
Sektor hilirisasi sumber daya alam mencatat peningkatan kontribusi yang signifikan. Pada triwulan I 2026, sektor ini menyumbang 30 persen dari total realisasi investasi, setara dengan Rp147,5 triliun. Dominasi datang dari pengolahan mineral sebagai pendorong utama hilirisasi.
Ringkasan angka kunci
| Keterangan | Nilai | Persentase |
|---|---|---|
| Total realisasi triwulan I 2026 | Rp498,8 triliun | — |
| Pertumbuhan (YoY) | — | 7,2% |
| Penyerapan tenaga kerja | 700.000 orang | — |
| PMDN | Rp248,8 triliun | 49,9% |
| PMA | Rp250 triliun | 50,1% |
| Luar Jawa | Rp251,3 triliun | 50,4% |
| Hilirisasi SDA | Rp147,5 triliun | 30% |
Target 2027 dan implikasi
Rosan juga memaparkan target realisasi investasi untuk 2027 sebesar Rp2.322 triliun, yang ditetapkan dalam rancangan RKP. Angka ini naik 13,8 persen dari target 2026, menandakan ekspektasi percepatan investasi tahun depan. Pencapaian triwulan I menunjukkan modal awal yang solid, namun realisasi di sisa tahun harus meningkat agar target 2027 dapat tercapai.
Perkembangan ini menjadi indikator penting bagi pembuat kebijakan dan pelaku usaha dalam menyusun strategi penguatan investasi dan pengembangan hilirisasi.
Berita Terkait
Harga Emas Antam Naik Rp18.000 per Gram, 15 Juni 2026
Harga emas Antam naik Rp18.000/gram jadi Rp2.729.000 pada 15 Juni 2026; daftar lengkap harga per pecahan ter...
Harga Emas Pegadaian: Galeri24 & UBS Tetap Tertahan 15 Juni 2026
Harga emas Pegadaian untuk produk Galeri24 dan UBS tidak berubah pada Senin, 15 Juni 2026; pasar tercatat be...
IHSG Dibuka Naik ke 6.118, Optimisme Pasar Menguat
IHSG dibuka naik 1,85% ke level 6.118 pada 15 Juni 2026, didorong perbaikan sentimen global dan penurunan ha...
Rupiah Menguat ke Rp17.775 pada Pembukaan 15 Juni 2026
Rupiah menguat ke Rp17.775 per USD pada pembukaan 15 Juni 2026, didorong harapan perdamaian AS-Iran dan turu...
IHSG Diperkirakan Lanjutkan Penguatan Setelah Aliran Modal Asing
IHSG diperkirakan lanjut menguat setelah kenaikan 2,07% dan net buy asing Rp287,77 miliar; sentimen: prospek...
Kementerian PKP Kaji Penyesuaian Harga Rumah Subsidi Akibat Biaya Konstruksi Naik
Kementerian PKP mengkaji penyesuaian harga rumah subsidi menyusul naiknya biaya konstruksi dan material, sam...