Nasional

Presiden Pimpin Ratas untuk Wujudkan Pendidikan Negeri Gratis

Bagikan:
Presiden memimpin rapat terbatas mengenai pendidikan negeri gratis di Istana Merdeka

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 23 September 2026, untuk membahas rencana mewujudkan pendidikan negeri gratis dari tingkat SD hingga perguruan tinggi. Rapat itu merupakan tindak lanjut komitmen pemerintah memperluas akses dan menurunkan beban biaya pendidikan bagi masyarakat.

Agenda ratas dan tujuan

Rapat fokus pada mekanisme pelaksanaan kebijakan dan langkah teknis yang diperlukan agar pendidikan negeri dapat diakses tanpa biaya oleh seluruh warga. Pemerintah berharap pembahasan menghasilkan perangkat kebijakan yang konkret, termasuk skema pendanaan dan prioritas perbaikan fasilitas.

Pernyataan pejabat

Iya, siang ini Pak Presiden akan mengadakan rapat terbatas,

— Teddy Indra Wijaya, Sekretaris Kabinet

Ratas membahas bagaimana caranya pendidikan negeri dapat gratis. Mulai dari SD sampai perguruan tinggi negeri.

— Teddy Indra Wijaya, Sekretaris Kabinet

Langkah pendukung yang disiapkan

Pemerintah menyebutkan beberapa langkah pendukung yang akan dibahas dan diprioritaskan. Fokusnya pada perbaikan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik.

  • Perbaikan sekolah dan fasilitas pendidikan yang rusak
  • Peningkatan kesejahteraan dan gaji guru
  • Penyusunan mekanisme pelaksanaan kebijakan di semua jenjang

Latar belakang komitmen

Ratas ini menjadi tindak lanjut janji Presiden yang disampaikan beberapa hari sebelumnya pada acara HUT ke-28 sebuah partai politik di Jakarta. Presiden menegaskan keinginannya agar biaya pendidikan negeri dihapuskan untuk semua jenjang.

"Saya sangat setuju, saya akan segera mengadakan ratas, pokoknya biaya pendidikan negeri harus gratis. Biaya pendidikan negeri SD, SMP, SMA, universitas negeri harus gratis,"

— Presiden Prabowo Subianto

Proses dan harapan ke depan

Dalam ratas, pemerintah akan membahas opsi pendanaan, tahapan pelaksanaan, serta pengaruh kebijakan terhadap anggaran daerah dan pusat. Pembahasan diharapkan menghasilkan langkah konkret untuk menerjemahkan komitmen menjadi kebijakan yang dapat diimplementasikan secara bertahap.

Penerapan pendidikan negeri gratis berpotensi memperluas akses dan meningkatkan pemerataan pendidikan di seluruh Indonesia, terutama jika disertai perbaikan fasilitas dan peningkatan kesejahteraan guru. Hasil ratas akan menentukan jadwal dan skema implementasi yang lebih rinci.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait