Menaker: 3 Kunci Sukses Magang Lulusan Perguruan Tinggi
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengurai tiga kunci sukses bagi lulusan perguruan tinggi yang mengikuti Program Pemagangan Nasional selama enam bulan. Pernyataan itu disampaikan pada Kick Off Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi Batch 2 Angkatan II di Jakarta, Rabu, 23 September 2026. Ia menekankan kesiapan belajar, memberi kontribusi, dan membangun kepercayaan untuk memudahkan adaptasi di dunia kerja.
Tiga kunci utama
Menurut Menaker, peserta magang diterima bukan karena langsung bisa bekerja, melainkan karena memiliki kesiapan untuk berkembang. Ia merangkum formula sukses magang dalam tiga unsur utama: belajar cepat, kontribusi, dan inovasi.
"Formula sukses magang adalah, belajar cepat, kontribusi, dan memberikan inovasi kepada perusahaan. Peserta diterima magang bukan karena langsung mampu bekerja, melainkan karena memiliki kesiapan untuk belajar dan berkembang,"
Harapan perusahaan dan keterampilan yang dibutuhkan
Perusahaan mengharapkan kontribusi nyata dari peserta magang, misalnya melalui kemampuan analisis, pemanfaatan teknologi, dan pengembangan aplikasi. Menaker juga meminta peserta membangun growth mindset karena tuntutan pekerjaan dapat berubah cepat dan sering membutuhkan lintas kompetensi.
"Kontribusi tersebut menjadi pertimbangan perusahaan dalam menilai kelayakan peserta dan memperoleh kesempatan bekerja setelah menyelesaikan masa pemagangan enam bulan,"
Fleksibilitas jurusan dan peluang kerja
Yassierli mengingatkan bahwa kesesuaian antara program studi dan pekerjaan magang tidak selalu seratus persen. Kebutuhan kompetensi di perusahaan terus berkembang, sehingga peserta diminta tidak membatasi diri pada tugas yang dianggap di luar bidangnya.
Data pelaksanaan menunjukkan Program Magang Nasional mulai memberikan dampak. Pada batch 2 angkatan II tercatat sekitar 41 ribu peserta lolos dari ratusan ribu pendaftar. Dari angkatan sebelumnya, sekitar 35 persen peserta menerima tawaran kerja dari perusahaan tempat magang.
Fasilitas program
Kementerian Ketenagakerjaan memperluas kuota Program Magang Nasional menjadi 150 ribu peserta pada 2026 untuk meningkatkan akses pengalaman kerja bagi lulusan. Peserta program mendapat beberapa fasilitas pendukung:
- Uang saku setara upah minimum
- Perlindungan jaminan sosial
- Pendampingan oleh mentor
- Sertifikasi kompetensi setelah mengikuti program
Implikasi dan prospek
Program ini diarahkan untuk mempertemukan lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja melalui pengalaman langsung di perusahaan. Dengan peningkatan kuota dan fasilitas pendukung, pemerintah berharap kesiapan kerja lulusan meningkat dan transisi ke dunia kerja menjadi lebih cepat.
Ke depan, keberhasilan program akan bergantung pada kemampuan peserta memanfaatkan kesempatan belajar, menunjukkan kontribusi, serta membangun reputasi dan integritas selama masa magang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Komisi VII Gali Masukan untuk RUU Kawasan Industri
Komisi VII DPR RI menggali masukan di Lippo Cikarang (23 Sept 2026) untuk memperdalam RUU Kawasan Industri a...
BMKG: Hujan Lebat dan Gelombang hingga 4 Meter Diprakirakan Rabu
BMKG memperingatkan hujan lokal lebat dan gelombang laut hingga 4 meter pada Rabu, 23 Sept 2026; sebagian wi...
Prabowo Perintahkan Penguatan Industri Tekstil Nasional
Presiden Prabowo minta harmonisasi tarif, kemudahan bahan baku, penertiban impor pakaian bekas, dan evaluasi...
BMKG: Musim Hujan 2026/2027 Diprediksi Mundur akibat El Niño
BMKG prediksi awal musim hujan 2026/2027 mundur dan berlangsung bertahap akibat El Niño sangat kuat dan IOD...
LAPD Pertanyakan Kewenangan MK Tangani Gugatan PHPU 2024
LAPD mempertanyakan kewenangan MK menangani PHPU 2024 terkait pencalonan Gibran; sidang perdana sifatnya pro...
BNPB: Jarak Pandang Hambat OMC, 1.212 Ha Karhutla di Kalimantan
BNPB menghentikan operasi udara OMC di Kalbar karena jarak pandang di bawah 1.000 meter; 1.212 ha terbakar d...