Kantah Humbahas Ikuti Rakor Peta Lahan Sawah Dilindungi
Doloksanggul — Kantor Pertanahan Kabupaten Humbang Hasundutan mengikuti Rapat Koordinasi Tim Pelaksana Sosialisasi Penetapan Peta Lahan Sawah yang Dilindungi secara daring, Rabu (29/7). Kegiatan ini melibatkan tim pelaksana dari 12 provinsi sebagai tindak lanjut keputusan pemerintah pusat.
Dasar hukum dan peserta
Rakor diselenggarakan merujuk pada Keputusan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 468/SK-HK.02.02/III/2026. Keputusan tersebut menetapkan peta Lahan Sawah yang Dilindungi sebagai kebijakan nasional.
Kepala Kantah Kabupaten Humbahas, Andri Ivandi G. Munthe, menyatakan kantor ikut serta untuk memastikan pelaksanaan kebijakan di tingkat daerah berjalan sesuai ketentuan.
Tujuan sosialisasi
Rakor bertujuan memberikan pemahaman teknis dan peran masing-masing instansi dalam penerapan peta LSD di daerah. Pejabat daerah mendapat arahan agar implementasi lebih efektif dan terarah.
Beberapa tujuan utama sosialisasi meliputi:
- Menjelaskan kebijakan dan ruang lingkup peta LSD.
- Menyamakan persepsi antarinstansi terkait pelaksanaan teknis.
- Memperkuat sinergi untuk perlindungan lahan sawah berkelanjutan.
"Melalui rapat tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai kebijakan penetapan Peta LSD, termasuk peran masing-masing instansi dalam mendukung pelaksanaannya di daerah," ujar Andri Ivandi G. Munthe.
Dampak terhadap pertanian dan ketahanan pangan
Pelaksanaan peta LSD diharapkan membantu menjaga ketersediaan lahan pertanian. Perlindungan lahan sawah menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Dengan adanya pedoman yang jelas, pemerintah daerah dapat mengelola pertanahan lebih terstruktur dan berkelanjutan. Rakor juga membuka ruang koordinasi lintas sektor untuk meminimalkan konflik penggunaan lahan.
Harapan ke depan
Pihak Kantah Humbahas berharap hasil sosialisasi mempercepat penerapan peta LSD di tingkat kabupaten. Sinergi antarinstansi dinilai kunci agar perlindungan lahan sawah berjalan konsisten.
Implementasi yang terkoordinasi akan berkontribusi pada pengelolaan lahan pertanian yang lebih baik dan menjaga ketersediaan lahan untuk generasi mendatang.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Pemkab Samosir Hentikan Operasional 4 Usaha Tak Miliki PBG
Pemkab Samosir menghentikan sementara operasional empat usaha di Pangururan karena belum memiliki Persetujua...
Skandal LIMS Polri Ungkap Celah Hukum Penyadapan yang Belum Diatur
Skandal LIMS Polri membuka celah hukum penyadapan; undang‑undang khusus belum ada meski MK mengingatkan seja...
Banding atas Vonis 1 Tahun untuk Ayah-Anak dalam Kasus PT Universal Gloves
Kuasa hukum ajukan banding atas vonis 1 tahun untuk ayah dan anak dalam perkara PT Universal Gloves setelah...
NasDem Samosir Gelar Aksi Bersih Waterfront City dalam HUT ke-15
DPD NasDem Samosir menggelar aksi bersih-bersih di Waterfront City Pangururan pada 5 November 2026 sebagai b...
Tekanan Teman Dorong Remaja Coba Narkoba, Akademisi Ingatkan Waspada
Akademisi STIK-P Medan peringatkan tekanan pertemanan dan pengaruh media sosial bisa mendorong remaja mencob...
BNN Sumut Bawa Program Ananda Bersinar ke SMA Negeri 5 Medan
BNN Sumut menggelar Ananda Bersinar di SMA Negeri 5 Medan (6/11) untuk edukasi antinarkoba dan membentuk age...