QRESTO Bapenda Medan: Sistem Digital Optimalkan Pajak Daerah
Medan — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan resmi memperkenalkan QRESTO pada Forum Bisnis dan Investasi, Rabu (1/7), di Mall Pelayanan Publik. QRESTO adalah sistem pembayaran digital yang dirancang untuk meningkatkan transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas penerimaan pajak daerah. Peluncuran ini bertujuan menekan kebocoran pajak dan meningkatkan kepatuhan wajib pajak melalui integrasi teknologi.
Apa itu QRESTO?
QRESTO merupakan singkatan dari Quick Response Electronic Splitting System for Tax Optimization. Sistem ini memanfaatkan mekanisme pemotongan dan pembagian pembayaran berbasis QRIS secara otomatis. Dengan cara itu, transaksi dapat diawasi secara real-time sehingga pelaporan dan penerimaan pajak menjadi lebih akurat.
Pemaparan dan tujuan
Pemaparan QRESTO disampaikan oleh Kepala Bidang Pengembangan & Pengendalian Pajak & Retribusi Daerah Kota Medan, Popy Maya Syafira. Ia menegaskan desain sistem untuk mempermudah kewajiban wajib pajak sekaligus memperkuat pengawasan transaksi.
QRESTO adalah komitmen Pemko Medan dalam mendorong digitalisasi birokrasi, khususnya di sektor perpajakan. Dengan sistem ini, kami berharap optimalisasi pendapatan daerah dapat tercapai secara efektif dengan dukungan teknologi yang mumpuni
Dukungan lintas sektor
Penerapan QRESTO mendapat dukungan dari berbagai pihak. Angsoka Paundralingga dari Bank Indonesia perwakilan Sumatra Utara hadir untuk memberikan tinjauan kebijakan dan ekosistem pembayaran digital. Sementara itu, Bank Sumut terlibat sebagai mitra teknis untuk memastikan integrasi sistem pembayaran.
Harry Al Syufie, Manager Digital Banking bidang government dan corporate PT Bank Sumut, menyampaikan kesiapan teknis perbankan agar layanan dapat diakses oleh pelaku usaha dan masyarakat luas.
Manfaat dan implementasi
Bapenda Kota Medan menilai QRESTO dapat memberikan beberapa keuntungan praktis:
- Transparansi transaksi pajak melalui pencatatan real-time.
- Efisiensi proses pembayaran dan pemotongan pajak otomatis.
- Akuntabilitas yang meningkat sehingga potensi kebocoran berkurang.
Forum Ekonomi dan Bisnis pada Rakernas menjadi ajang pengenalan agar QRESTO dapat diadopsi sebagai pilot project oleh pemerintah kota lain di Indonesia.
Prospek ke depan
Penerapan QRESTO diharap meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan dengan memaksimalkan kepatuhan wajib pajak. Keberhasilan implementasi akan tergantung pada integrasi teknis, dukungan kebijakan, dan adopsi oleh pelaku usaha.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Hari Bhayangkara Siantar 2026: Kapolres Tegaskan Komitmen Presisi
Wakil Wali Kota hadir di peringatan Hari Bhayangkara 2026 di Siantar; Kapolres Sah Udur tekankan komitmen Pr...
Kurir Ganja 56,13 Kg Dituntut Hukuman Seumur Hidup di PN Medan
Kurir ganja 56,13 kg, Hendra Gunawan (38), dituntut pidana penjara seumur hidup di PN Medan; sidang lanjutan...
AHY Tutup Rakernas APEKSI 2026: Sinergi Pusat-Daerah Kunci Kota
Menko AHY menutup Rakernas APEKSI 2026 di Medan dan menekankan sinergi pusat-daerah serta infrastruktur teri...
Pertumbuhan Ekonomi Asahan Fluktuatif 2022–2025, PDRB Meningkat
Perekonomian Kabupaten Asahan 2022–2025 fluktuatif; puncak 2023 4,87% lalu turun 2024–2025, disertai data PD...
Wabup Madina Tabur 1.500 Benih di Lubuk Larangan Lumban Dolok
Wabup Mandailing Natal menabur 1.500 benih ikan di lubuk larangan Lumban Dolok untuk menjaga ekosistem dan m...
32 Personel Polres Tapanuli Tengah Dapat Kenaikan Pangkat
32 personel Polres Tapanuli Tengah naik pangkat efektif 1 Juli 2026; upacara dipimpin Kapolres AKBP Muhammad...