Lokal

Pertumbuhan Ekonomi Asahan Fluktuatif 2022–2025, PDRB Meningkat

Bagikan:
Grafik pertumbuhan ekonomi Kabupaten Asahan 2022 hingga 2025

KISARAN — Perekonomian Kabupaten Asahan menunjukkan fluktuasi pada periode 2022–2025. Pertumbuhan tertinggi tercatat pada 2023 sebesar 4,87%, lalu turun menjadi 4,68% pada 2024 dan 4,60% pada 2025. Pemerintah daerah merespons dengan fokus perbaikan infrastruktur dan upaya menarik investasi meski menerapkan kebijakan efisiensi.

Perkembangan pertumbuhan 2022–2025

Berdasarkan data BPS, puncak pertumbuhan terjadi pada 2023. Setelah itu laju pertumbuhan menurun sedikit pada 2024 dan kembali turun pada 2025. Penurunan ini menjadi tantangan bagi upaya pembenahan ekonomi daerah.

Tahun Pertumbuhan (%) PDRB Harga Berlaku (miliar Rp) PDRB Harga Konstan 2010 (miliar Rp)
2023 4,87 - -
2024 4,68 57.457,93 31.341,30
2025 4,60 63.144,24 32.783,93

Komposisi pertumbuhan menurut sektor

Dari sisi produksi, beberapa lapangan usaha dominan berbeda tiap tahun. Berikut rincian sektor yang mencatat pertumbuhan tertinggi menurut data BPS:

  • 2023: Transportasi dan pergudangan 11,19%; penyediaan akomodasi dan makan minum 8,54%; jasa lainnya 8,53%.
  • 2024: Penyediaan akomodasi dan makan minum 8,00%; transportasi dan pergudangan 7,81%; jasa pendidikan 6,44%.
  • 2025: Penyediaan akomodasi dan makan minum 7,39%; transportasi dan pergudangan 6,00%; jasa pendidikan 5,96%.

Nilai PDRB dan implikasi

Nilai PDRB atas dasar harga berlaku meningkat dari Rp57.457,93 miliar (2024) menjadi Rp63.144,24 miliar (2025). Jika dihitung atas dasar harga konstan 2010, PDRB tercatat Rp31.341,30 miliar pada 2024 dan Rp32.783,93 miliar pada 2025. Kenaikan nominal PDRB menunjukkan ekspansi nilai ekonomi, namun laju pertumbuhan yang menurun mengindikasikan perlunya fokus pada kualitas dan keberlanjutan pertumbuhan.

Respons pemerintah daerah

Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin melalui Plt Kepala Dinas Kominfo Arbin Tanjung menyatakan fluktuasi itu sebagai tantangan yang harus diatasi melalui perbaikan infrastruktur dan peningkatan sektor strategis.

"Intinya, kami terus berupaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi Asahan dengan memfokuskan pembangunan dan perbaikan infrastruktur sehingga roda perekonomian dapat terus bergerak,"

Tanjung juga menegaskan upaya peningkatan sektor lain secara bertahap, termasuk pendidikan, pertanian, dan kesehatan. Menurutnya, pemerintah akan mendorong inovasi dan menarik investor untuk menambah sumber pertumbuhan.

"Kami akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui berbagai inovasi termasuk menarik investor agar berinvestasi di Kab Asahan,"

Prospek ke depan

Untuk menjaga momentum, pemerintah daerah perlu memperkuat investasi pada infrastruktur, meningkatkan daya saing sektor pariwisata dan transportasi, serta memperbaiki layanan sosial. Langkah ini penting agar penurunan laju pertumbuhan tidak menghambat kenaikan nilai PDRB dan kesejahteraan masyarakat.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait