Nobar Piala Dunia Picu Efek Ganda pada Ekonomi Daerah
Jakarta — TVRI menyatakan program nonton bareng (nobar) Piala Dunia lewat Bola Gembira memberi multiplier effect pada perekonomian daerah. Hingga pelaksanaan, tercatat hampir 15.000 titik nobar terdaftar, dengan perputaran rata-rata sekitar Rp2 juta per lokasi.
Data dan dampak ekonomi
Menurut catatan TVRI, jumlah titik nobar meliputi penyelenggaraan komersial dan nonkomersial di berbagai provinsi. Dampak langsung terasa pada sektor usaha kecil dan menengah yang melayani konsumsi penonton.
"Rata-rata, setiap titik penyelenggaraan mampu menciptakan perputaran ekonomi. Yakni sebesar Rp2 juta, jadi dapat dibayangkan perputarannya," kata Retno Wulan Kartiko Purbodjati, Direktur Pengembangan dan Usaha LPP TVRI, pada perbincangan dengan Pro3 RRI, Kamis, 2 Juli 2026.
Beberapa daerah melaporkan kenaikan omset signifikan. Di Bali dan Aceh Selatan, pelaku usaha lokal mencatat kenaikan omzet hingga 50 persen selama masa nobar berlangsung.
Kategori penyelenggaraan dan pendaftaran
TVRI menjelaskan kegiatan Bola Gembira terbagi menjadi dua kategori utama. Seluruh penyelenggara diwajibkan mendaftarkan acara mereka agar termasuk dalam pemantauan dan dokumentasi resmi.
- Komersial: acara dengan tujuan bisnis yang menghasilkan pendapatan langsung dari penjualan makanan, minuman, atau tiket.
- Nonkomersial: kegiatan komunitas atau hiburan gratis yang diselenggarakan untuk publik tanpa tujuan profit.
Pendaftaran dilakukan melalui laman resmi program. Penyelenggara dapat mendaftar di bolagembira.tvrinews.com untuk tercatat dalam data nasional.
Pelaporan dan evaluasi
TVRI bekerja sama dengan penyelenggara di daerah untuk mendata seluruh kegiatan. Data tersebut akan dijadikan bahan laporan dan evaluasi program.
"Dalam pelaksanaannya, TVRI bekerja sama dengan penyelenggara di berbagai daerah untuk mendata seluruh kegiatan yang berlangsung. Data selanjutnya akan dilaporkan kepada FIFA sebagai bagian dari evaluasi dan dokumentasi penyelenggaraan program Bola Gembira di Indonesia," tutur Retno Wulan.
Program ini digelar sebagai hadiah dari Presiden kepada masyarakat dan mendapat respons positif melalui partisipasi luas di berbagai wilayah.
Implicasi dan prospek
Selain memberi hiburan, nobar Piala Dunia terbukti memberi manfaat ekonomi pada pelaku usaha lokal. Pencatatan resmi dan pelaporan ke FIFA juga membuka peluang dokumentasi dampak kegiatan untuk perencanaan event serupa di masa depan.
Dengan data yang terus terkumpul, pemangku kebijakan dan pelaku usaha dapat mengevaluasi strategi dukungan bagi UMKM dan memperkuat ekosistem event olahraga skala massal.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Haaland Bawa Norwegia Lolos ke 16 Besar lewat Gol Menit Akhir
Erling Haaland mencetak gol menit akhir yang memastikan kemenangan 2-1 Norwegia atas Pantai Gading dan memba...
Gyokeres Bidik Kebangkitan Swedia Menuju Piala Dunia 2030
Viktor Gyokeres bangga tampil di Piala Dunia 2026 meski Swedia tersingkir; ia yakin tim akan berkembang kuat...
Viking Row Mendunia, Vokalis Amon Amarth Puji Selebrasi Norwegia
Johan Hegg bangga tradisi "Viking Row" penggemar Amon Amarth kini menjadi selebrasi Timnas Norwegia di Piala...
Manuel Neuer Pensiun dari Timnas Jerman Usai Piala Dunia 2026
Manuel Neuer mengumumkan pensiun dari Timnas Jerman pada 1 Juli 2026 setelah 16 tahun; penampilan terakhir 3...
Desabre Bangga, Kongo Tersingkir 1-2 oleh Inggris di Piala Dunia
Desabre bangga meski Kongo kalah 1-2 dari Inggris di babak 32 besar Piala Dunia 2026; nilai pengalaman penti...
Dua Gol Harry Kane Pastikan Inggris Lolos 16 Besar
Kapten Inggris Harry Kane mencetak dua gol penentu sehingga menang 2-1 atas Kongo dan memastikan tiket ke ba...