Putri Home Cooking Bawa Kembali Sagun Bakar ke Rak Ritel Modern
Putri Home Cooking dari Legok, Kabupaten Tangerang berhasil membawa kembali camilan tradisional sagun bakar ke pasar ritel modern setelah berinovasi sejak 2018 dan meluncurkan produk baru pada akhir 2021. Produk ini kini telah resmi masuk jaringan Indomaret dan Alfamart, sekaligus memberdayakan warga sekitar dalam produksi harian.
Awal mula dan inovasi produk
Usaha keluarga yang dirintis Indrastuti Diyah Wahyu Nirwani (Mpok Indrastuti) dan suaminya, Hannibal, berawal dari pembuatan kue basah rumahan. Setelah meninggalkan pekerjaan lama, mereka mencari bahan dan cara agar produk tahan lebih lama dan diminati pasar modern.
Di akhir 2021 mereka memutuskan menghidupkan kembali sagun bakar, cemilan jadul yang mulai jarang ditemui. Untuk menarik selera generasi muda, sagun yang dulu berbentuk serbuk dikemas ulang dan diberi varian rasa kekinian.
- Rasa keju
- Rasa cokelat
"Sagun bakar itu sebenarnya jajanan cemilan zaman dulu, di beberapa daerah bahan bakunya beda-beda, ada tepung beras atau ketan, kalau saya dari tepung tapioka,"
Proses masuk ke ritel modern
Perjalanan ke rak minimarket tidak instan. Pasangan ini aktif mengirim sampel, melakukan pitching, dan menyesuaikan harga hingga akhirnya bisa berkesempatan kerja sama dengan ritel besar.
"Dari proses kirim sampel ke HO sampai ketemuan dan pitching itu sekitar tiga bulan, terus ngobrol segala macam sampai selesai deal masalah harga itu sampai sembilan bulan baru deal,"
Kesabaran dan konsistensi jaringan serta pelatihan bisnis menjadi kunci mereka menembus saluran distribusi modern.
Dampak sosial dan pengembangan lokal
Selain meningkatkan pemasukan keluarga, Putri Home Cooking memberi dampak nyata di lingkungan. Produksi sagun harian memberdayakan empat ibu tetangga yang membantu proses pencetakan secara bergilir.
Usaha ini juga mengangkat potensi lokal dengan memproduksi sajian tradisional lain, seperti bubur dangder atau bubur singkong gula aren, yang mendukung petani lokal sebagai pemasok bahan baku.
Komitmen berkelanjutan dan pesan untuk calon wirausahawan
Meski meraih pasar ritel dan platform e-commerce, Mpok Indrastuti dan Hannibal terus aktif di organisasi UMKM setempat, yakni UMKM Lebah Madu Kecamatan Legok, untuk meningkatkan kemampuan teknis dan memperluas relasi.
Di akhir perbincangan, Mpok Indrastuti menekankan pentingnya keberanian memulai dan ketekunan dalam berwirausaha. Menurutnya, sikap pantang menyerah lebih berharga dibanding sekadar modal finansial.
Putri Home Cooking kini menjadi contoh bagaimana inovasi produk tradisional dan kerja sama lokal dapat membuka peluang di pasar modern sambil menjaga kearifan kuliner Nusantara.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
DPR Dorong UMKM Sidoarjo Manfaatkan KUR Rp100 Juta
Bambang Haryo dorong UMKM Bolu Minul di Sidoarjo manfaatkan KUR hingga Rp100 juta tanpa agunan untuk perluas...
Speargun Natuna: Peluang Usaha Kreatif dari Hobi Laut
Pengrajin Natuna kembangkan speargun berbahan kayu jati; produk menyasar penghobi, nelayan, hingga pelajar d...
Festival Batik dan Kuliner Probolinggo Dukung Penguatan UMKM
Wali Kota Probolinggo meninjau Festival Batik dan Kuliner (28/7/2026) untuk menguatkan koperasi, UMKM, dan e...
Dekranasda Ajak IKM Terapkan Kemasan Ramah Lingkungan
Dekranasda Kaltara mendorong IKM adopsi kemasan ramah lingkungan untuk meningkatkan nilai produk dan menduku...
KCIC Waspadai Penipuan Tiket Whoosh via WhatsApp
KCIC mengimbau warga waspada penipuan tiket Whoosh lewat WhatsApp; gunakan kanal resmi seperti aplikasi, sit...
KAI Services Buka Pop Up Loko Cafe di RSPJ Jakarta
KAI Services meresmikan Pop Up Loko Cafe di RSPJ Jakarta (28 Juli 2026) untuk layani pasien, keluarga, karya...