Pembangunan Puskesmas Rawat Inap Plus Pakkat Dimulai
Doloksanggul — Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan memulai pembangunan Puskesmas Rawat Inap Plus Pakkat sebagai upaya meningkatkan akses dan pemerataan layanan kesehatan bagi masyarakat Kecamatan Pakkat dan sekitarnya. Peletakan batu pertama dilaksanakan Jumat (18/9) dan dihadiri Bupati Oloan Paniaran Nababan serta sejumlah pejabat daerah.
Tujuan pembangunan
Bupati Oloan menyatakan proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik. Menurutnya, fasilitas ini diharapkan meningkatkan kualitas yankes dan mempermudah masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang lebih lengkap tanpa harus ke luar daerah.
Dukungan provinsi dan pendanaan
Proyek pembangunan Puskesmas Rawat Inap Plus Pakkat didukung oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Kesehatan Provinsi. Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Humbahas, Alexander Gultom, menyampaikan bahwa dukungan dana tersebut memungkinkan realisasi langkah strategis dalam peningkatan pelayanan kesehatan di wilayah Pakkat.
Fokus kualitas dan tata kelola
Bupati juga menekankan pentingnya pelaksanaan pembangunan yang memperhatikan kualitas, ketepatan waktu, dan keselamatan kerja. Ia meminta agar seluruh pihak terkait mengikuti ketentuan yang berlaku selama proses konstruksi agar hasilnya sesuai harapan masyarakat.
Ajakan untuk mendukung pembangunan
Selain menyoroti aspek teknis, Bupati mengajak masyarakat setempat untuk turut mendukung proyek ini. Ia meminta warga tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, sehingga dukungan publik dapat berlangsung kondusif dan terarah.
Harapan tenaga kesehatan
Mewakili tokoh masyarakat, K. Mahulae menyambut baik perhatian pemerintah terhadap pembangunan fasilitas kesehatan di Kecamatan Pakkat. Ia meminta agar pembangunan berkelanjutan juga diimbangi ketersediaan tenaga kesehatan, termasuk dokter spesialis, agar layanan yang disediakan mampu memenuhi kebutuhan medis warga.
Rencana pembangunan Puskesmas Rawat Inap Plus Pakkat kini memasuki tahap awal. Jika proses berjalan sesuai rencana, fasilitas ini diharapkan meningkatkan cakupan layanan kesehatan dan mendorong pemerataan akses layanan di wilayah Humbang Hasundutan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
DPRK Aceh Tenggara Sahkan Perubahan APBK 2026 Rp1,145 T
DPRK Aceh Tenggara mengesahkan Raqan Perubahan APBK 2026 senilai Rp1.145.689.513.010 setelah evaluasi Gubern...
DPRD Sumut Mendesak Penambahan Bed Rumah Sakit karena Antrean BPJS
Wakil Ketua DPRD Sumut mendesak penambahan bed rumah sakit karena antrean pasien rujukan BPJS dan distribusi...
Perkebunan Sawit Diduga Ilegal Kuasai Ratusan Hektare di Asahan
Ratusan hektare lahan APL di Desa Sei Dua Hulu, Asahan, diduga dialihfungsikan jadi perkebunan sawit; kepala...
Kak Na Tinjau Pengungsian Banjir di Trumon, Aceh Selatan
Ketua TP PKK Aceh meninjau posko pengungsian di Trumon 4 Nov 2026, menyerahkan bantuan logistik dan menyorot...
Sergai Revisi Perda untuk Perkuat Pengelolaan Aset Daerah
Pemkab Sergai ajukan revisi Perda Pengelolaan Barang Milik Daerah untuk perkuat administrasi, kepastian huku...
Gubernur Aceh Temui Presiden Prabowo Bahas Otsus dan Blang Padang
Gubernur Aceh Muzakir Manaf bertemu Presiden Prabowo di Istana Merdeka 4/11 untuk membahas Dana Otsus, Blang...