TP PKK Peureulak Juara Lomba Pulut Bakar di Aceh Timur
IDI, Aceh Timur — TP PKK Peureulak keluar sebagai juara I dalam Lomba Tet Pulot (Pulut Bakar) yang digelar TP PKK Kabupaten Aceh Timur, Kamis (30/7), di Gedung Idi Sport Center. Juara II diraih TP PKK Julok dan juara III TP PKK Banda Alam. Kegiatan ini diikuti 24 TP PKK se-Kabupaten Aceh Timur, dari Simpang Jernih hingga Madat.
Hasil lomba dan peserta
Panitia mencatat 24 peserta TP PKK mengikuti lomba jajanan tradisional jenis pulut bakar. Panitia memilih juara berdasarkan cita rasa, penyajian, dan kreativitas promosi produk. Pemenang pertama, TP PKK Peureulak, mendapat pengakuan atas kombinasi rasa dan tampilan yang menarik.
Pejabat hadir dan tujuan kegiatan
Acara dihadiri oleh Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Alfarlaky, Ketua TP PKK Kabupaten Ny. Dr. Lismawani Iskandar Alfarlaky, S.Pd, M.Ag, Kepala Dinas Pariwisata dan Pemuda Olahraga (Disparpora) Syahril, S.STP, M.AP, serta para camat.
Upaya pelestarian kuliner tradisional
Ketua TP PKK Ny. Lismawani mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih mengenal dan mencintai kuliner tradisional sebagai upaya melestarikan warisan budaya.
"Kita harus memperkenalkan kembali kuliner khas Aceh ke anak-anak sebagai generasi muda, agar mereka nanti dapat menikmati dan menyukainya, sehingga warisan ini tidak hilang ditelan zaman,"
Ia juga mencatat bahwa kini jenis kue pulut bakar mulai muncul di beberapa kafe modern di wilayah seperti Idi, Peureulak, Julok, dan Simpang Ulim. Menurut Lismawani, hal ini membuka peluang untuk inovasi dan promosi kreatif.
- Contoh menu tradisional yang kembali diminati: bulukat teukeurabee
- Rebusan jagung
- Pisang rebus
- Minuman jahe
Peran TP PKK dan Dinas
Ketua TP PKK meminta seluruh ketua TP PKK kecamatan dan pengurus tingkat gampong aktif mendampingi serta mempromosikan produk jajanan tradisional hasil masyarakat. Dukungan lembaga lokal dinilai penting agar tradisi kuliner dapat bertahan dan berkembang.
"Hal ini kita lakukan sebagai upaya melestarikan sekaligus mempromosikan kuliner khas daerah,"
ujar Kepala Disparpora Aceh Timur, Syahril, menegaskan peran kerja sama antar lembaga dalam penyelenggaraan festival.
Implikasi dan tindak lanjut
Festival Jajanan Indatu 2026 yang menjadi wadah lomba pulut bakar diharapkan menjadi pemacu bagi pengembangan kuliner lokal. Dengan keterlibatan generasi muda dan pelaku usaha, makanan tradisional berpotensi dipasarkan secara lebih luas dan mendapat sentuhan inovasi tanpa kehilangan identitas budaya.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BNN Sumut Ungkap 8 Kg Sabu, 92 Kg Ganja dan Ratusan Vape Getar
BNN Sumut mengungkap tiga kasus narkotika di Medan: 8 kg sabu, 92 kg ganja, dan ratusan vape getar, dengan t...
Ari Saputra Terpilih Aklamasi Pimpin MPC Pemuda Pancasila Nagan Raya
Ari Saputra terpilih aklamasi pimpin MPC Pemuda Pancasila Nagan Raya periode 2026–2030; fokus pada penguatan...
Petani Timun Percut Dapat Sistem Penyiraman Otomatis Berbasis IoT
UNIMED pasang sistem penyiraman otomatis berbasis IoT dan panel surya di Desa Cinta Damai untuk tingkatkan e...
Wawali Bawa Mobil Perpustakaan Keliling ke SDN 134409
Wawali Tanjungbalai bawa mobil perpustakaan keliling ke SDN 134409 (30/7) untuk meningkatkan literasi, minat...
Satpol PP Aceh Besar Tertibkan 13 Lapak PKL di Ruang Publik
Satpol PP dan WH Aceh Besar menertibkan 13 lapak PKL di Gampong Tanjong Selamat untuk mengembalikan fungsi f...
Program MBG Dorong Pasar dan Kepastian Harga untuk Petani Tanah Karo
Program MBG di Tanah Karo memberi kepastian pasar dan harga bagi petani, sekaligus menjamin bahan baku berku...