Lokal

Prodia Dorong Pemanfaatan Gut Health Testing di Medan

Bagikan:
Seminar Prodia tentang gut health testing di Hotel Adimulia Medan

Medan — PT Prodia Widyahusada Tbk menggelar Seminar Nasional Dokter ke-20 bertajuk Integrating Innovative Gut Health Testing Into Daily Practice di Hotel Adimulia Medan pada Sabtu, 18 Juli 2026. Kegiatan itu menekankan penggunaan gut health testing untuk memperkuat diagnosis dan tata laksana penyakit saluran cerna berbasis bukti.

Tujuan seminar dan fokus materi

Seminar bertujuan membantu tenaga kesehatan memahami kondisi pasien saluran cerna secara lebih lengkap melalui pemeriksaan laboratorium inovatif. Kegiatan ini juga memperkenalkan penguatan layanan digital melalui aplikasi Prodia for Doctor untuk memudahkan akses informasi pemeriksaan dan layanan diagnostik.

Narasumber dan topik pembahasan

Acara menghadirkan tiga narasumber dari disiplin berbeda. Materi meliputi interpretasi dysbiosis, perspektif nutrisi metabolik, dan biomarker tinja untuk menilai kondisi usus.

  • Dr. dr. Masrul Lubis, Sp.PD, Subsp.G.E.H.(K): Interpreting Gut Dysbiosis in Intestinal Inflammation
  • dr. Hilna Khairunisa Shalihat, M.Gizi, Sp.GK: Nutritional and Metabolic Perspective in Gut Health and Intestinal Inflammation
  • Amadea Risanggita Kinanthi, S.Si, M.Farm.Klin: Fecal Biomarkers for Gut Health

Peran pemeriksaan laboratorium dan nutrisi

Dr. Mona Yolanda, Area Commercial Head PT Prodia Widyahusada Tbk, menyatakan pentingnya pembaruan ilmu bagi tenaga medis agar layanan kepada pasien terus meningkat. Dia menekankan bahwa ruang diskusi ilmiah diperlukan untuk memperkenalkan inovasi pemeriksaan laboratorium yang mendukung keputusan klinis.

Melalui Seminar Nasional Dokter ke-20 ini, Prodia ingin menghadirkan ruang diskusi ilmiah mengenai berbagai inovasi pemeriksaan laboratorium yang dapat mendukung diagnosis lebih akurat, membantu memahami kondisi pasien secara komprehensif, serta menunjang pengambilan keputusan klinis yang berbasis bukti.

Dr. Masrul menjelaskan bahwa gangguan keseimbangan mikrobiota usus atau gut dysbiosis berkaitan dengan penyakit inflamasi saluran cerna dan beberapa penyakit sistemik. Ia menekankan pemeriksaan laboratorium yang tepat dapat memperjelas mekanisme penyakit sehingga terapi lebih terarah.

Keluhan saluran cerna sering kali memiliki manifestasi klinis yang serupa, tetapi penyebab biologisnya dapat sangat berbeda. Oleh karena itu, pemanfaatan pemeriksaan laboratorium yang tepat, termasuk evaluasi biomarker maupun kondisi mikrobiota usus, dapat memberikan informasi tambahan yang membantu dokter menegakkan diagnosis, menentukan terapi yang sesuai, serta memantau respons pengobatan secara lebih optimal.

dr. Hilna menambahkan bahwa intervensi nutrisi berperan penting dalam menjaga keseimbangan mikrobiota dan mengendalikan inflamasi. Kombinasi data laboratorium dan pendekatan nutrisi dapat menghasilkan terapi yang lebih personal.

Implikasi dan kelanjutan

Seminar ini merupakan bagian dari rangkaian roadshow ilmiah Prodia sepanjang 2026. Program bertujuan memperluas akses tenaga medis terhadap perkembangan diagnostik dan teknologi laboratorium di berbagai daerah di Indonesia. Dengan pemanfaatan gut health testing, diharapkan diagnosis penyakit saluran cerna menjadi lebih akurat dan pengobatan lebih tepat sasaran.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait