President Club Dorong Penguatan Talenta Digital untuk Kedaulatan AI
President Club menyelenggarakan diskusi soal penguatan talenta digital untuk memperkuat Peta Jalan AI Indonesia dan kedaulatan digital pada Selasa, 19 Mei 2026, di President Lounge, Menara Batavia, Jakarta. Forum menekankan pentingnya memperkuat sumber daya manusia, riset, dan ekosistem agar Indonesia tak hanya menjadi pasar, tetapi juga pemain dalam rantai pasok global industri AI.
Inti diskusi: talenta, ekosistem, dan kedaulatan
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI, Nezar Patria, menyampaikan bahwa pembangunan ekosistem dan penguatan talenta digital harus berjalan bersamaan. Ia mengingatkan bahwa saat ini Indonesia belum sepenuhnya masuk dalam rantai pasok global industri AI.
"Kalau bicara industri AI, kita bicara tentang bagaimana membangun ekosistem industrinya dan bagaimana menyiapkan dan memperkuat talenta digital itu sendiri. Indonesia saat ini belum sepenuhnya masuk dalam rantai pasok global industri AI. Karena itu, kita harus bangun (dari sekarang),"
Nezar juga menyoroti bonus demografi yang menjadi peluang besar. Namun, ia memperingatkan bahwa pemerintah tidak dapat memenuhi sendiri kebutuhan tenaga kerja digital yang diproyeksikan mencapai 12 juta orang pada 2030.
MoU untuk pengembangan talenta
Sebagai langkah konkret, forum ini menjadi tempat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Yayasan Pendidikan Universitas Presiden dan BPSDM Kementerian Komunikasi dan Digital. MoU bertujuan memperkuat pengembangan talenta digital, khususnya bagi mahasiswa President University.
Penandatanganan dilakukan oleh Prof. Budi Susilo Soepandji selaku Ketua Yayasan Pendidikan Universitas Presiden dan Bonifasius Wahyu Pudjianto selaku Kepala BPSDM Komunikasi dan Digital.
"Saya sangat menghargai kerja sama ini. Tidak ada negara maju yang berhasil hanya dengan pemerintah saja. Tidak ada inovasi besar yang lahir tanpa ekosistem,"
ucap Setyono Djuandi Darmono, Founder and Chairman PT Jababeka Tbk, yang juga pendiri President University dan President Club.
Rekomendasi program dan kolaborasi
Sesi panel memuat diskusi tentang implementasi Peta Jalan AI Nasional, keamanan siber, tata kelola data, serta etika dan keamanan digital. Panel menghadirkan tokoh dari pemerintahan, riset, dan industri.
- Bonifasius Wahyu Pudjianto — Kepala BPSDM Komdigi
- Prof. Marsudi Wahyu Kisworo — Anggota Dewan Pengarah BRIN
- Sayed Musaddiq — Founder & Managing Partner Skha Consulting dan Nalar AI
- Andrie Tjioe — President Director PT ASIX Indonesia Cerdas
- Wahyudi Djafar — Executive Director Catalyst Policy Works
Beberapa usulan konkret mengemuka. Sayed Musaddiq menyerukan percepatan implementasi AI melalui program nyata agar Indonesia tidak tertinggal. Sedangkan Andrie Tjioe mengusulkan pelatihan AI bagi guru untuk mempercepat lahirnya talenta digital sejak dini.
"Kalau tidak ada yang dilatih, akan sulit berkembang. Kedaulatan digital bisa tercapai, tetapi mungkin akan membutuhkan waktu lebih lama,"
kata Andrie yang menyatakan pihaknya sudah memiliki training center untuk robotik, AI, dan drone serta pusat riset di BSD.
Bonifasius menanggapi dengan usul skema pelatihan hybrid agar guru bisa mengikuti secara daring maupun luring, sebuah pendekatan yang dinilai lebih realistis daripada memusatkan pelatihan hanya di lokasi tertentu. Andrie menyatakan kesiapan menjalankan pelatihan hybrid karena pengalaman penyelenggaraan pelatihan daring pada masa pandemi.
Implikasi dan langkah ke depan
Forum ini menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, universitas, lembaga riset, dan industri menjadi kunci untuk membangun ekosistem AI yang berkelanjutan. Kolaborasi konkret — seperti MoU, pusat pelatihan, dan program hybrid — dipandang penting untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja digital dan memperkuat kedaulatan digital nasional.
Dengan kombinasi kebijakan, investasi infrastruktur, dan program pelatihan, para peserta berharap Indonesia dapat bertransisi dari konsumen teknologi menjadi kontributor dalam rantai pasok AI global.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
DFSK Kantongi 1.100 Pre-booking Jelang Peluncuran E5 Plus
DFSK mencatat 1.100 pre-booking untuk SUV PHEV E5 Plus sebelum peluncuran resmi di GIIAS 2026, menandakan mi...
Kemenperin Tegaskan Kepatuhan Pelaporan SIINas
Kemenperin meminta perusahaan patuh melaporkan data berkala melalui SIINas dan mengimbau keterlibatan penuh...
BI: Uang Beredar Juni 2026 Naik Jadi Rp10.432,8 Triliun
BI mencatat uang beredar (M2) Juni 2026 naik menjadi Rp10.432,8 triliun, didorong oleh kenaikan M1, uang kua...
BRI Life Revitalisasi Kantor Denpasar untuk Tingkatkan Layanan
BRI Life meresmikan wajah baru Kantor Layanan Denpasar pada 22 Juli 2026 untuk meningkatkan layanan, fasilit...
Harga Emas Pegadaian Stabil: Galeri24 & UBS (23 Juli 2026)
Harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian tidak bergerak pada 23 Juli 2026; simak daftar harga per ukuran len...
Rupiah Melemah, Dibuka di Rp17.921 Jelang Sentimen Global
Rupiah dibuka melemah di Rp17.921 per dolar AS, dipengaruhi kenaikan harga minyak dan ketidakpastian geopoli...