Ekonomi

Jelang Iduladha 2026, Harga Cabai dan Beras di Jakarta Merangkak Naik

Bagikan:
Ilustrasi pasar dengan komoditas cabai, bawang, dan beras menjelang Iduladha 2026

Menjelang Hari Raya Iduladha pada Rabu, 27 Mei 2026, harga beberapa komoditas pangan di Jakarta mengalami kenaikan signifikan. Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) yang dikelola Bank Indonesia per 24 Mei 2026 mencatat lonjakan tertinggi pada kelompok cabai, dengan cabai rawit merah naik 7,93% menjadi Rp73.500 per kilogram.

Data kenaikan harga

Menurut catatan PIHPS BI, selain cabai, beberapa komoditas lain seperti bawang dan beras juga bergerak naik seiring meningkatnya permintaan masyarakat menjelang hari besar keagamaan. Berikut ringkasan harga per 24 Mei 2026:

Komoditas Harga (Rp/kg) Kenaikan (%)
Cabai rawit merah 73.500 7,93%
Cabai rawit hijau 54.150 7,44%
Cabai merah keriting 54.900 6,09%
Cabai merah besar 57.550 5,02%
Bawang merah (ukuran sedang) 48.350 2,00%
Beras kualitas bawah I 14.600 -
Beras kualitas super I 17.450 -

Tindakan Pemprov DKI

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP), menyatakan sedang memantau ketat fluktuasi harga. Pemprov juga berkoordinasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga.

"Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung terus bekerja keras menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan. Fluktuasi harga menjelang Iduladha adalah fenomena musiman yang sedang kami pantau ketat," kata Chico Hakim, Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur Bidang Komunikasi Publik.

Dinas KPKP juga melakukan pengawasan harian terhadap pasokan dan distribusi komoditas strategis di pasar-pasar utama. Pemantauan mencakup rantai pasok dari daerah produsen hingga konsumen, termasuk mutu dan keamanan pangan.

Dampak dan prospek pasokan

Kenaikan harga ini terutama didorong oleh lonjakan permintaan menjelang Iduladha. Kondisi tersebut merupakan pola musiman yang biasa terjadi setiap hari besar. Meski demikian, koordinasi antarlembaga diharapkan menahan lonjakan yang lebih besar dan memastikan ketersediaan di pasar.

Ke depan, pemantauan intensif dan kebijakan distribusi menjadi kunci menstabilkan harga. Konsumen disarankan mencermati informasi resmi terkait operasi pasar atau intervensi pemerintah untuk jaminan keterjangkauan pangan.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait