IHSG Diprediksi Bergerak Variatif Pekan Ini
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak variatif pada awal pekan ini setelah rebound akhir pekan lalu. Pada penutupan Jumat, IHSG menguat 1,10% ke level 6.162, dan tim analis memperkirakan rentang perdagangan minggu ini antara 6.000–6.250.
Proyeksi Pergerakan
Tim Analis Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak di kisaran 6.000-6.250 selama pekan ini. Proyeksi itu disampaikan pada Senin, 25 Mei 2026, menjelang minggu perdagangan yang dipengaruhi oleh beberapa faktor domestik dan eksternal.
"Dari domestik, pelaku pasar mengantisipasi pengumuman 'rebalancing' MSCI pada akhir bulan ini di tengah pekan perdagangan yang pendek," kata Tim Analis Phintraco.
Faktor Domestik: Kebijakan dan Sentimen Investor
Investor diperkirakan akan bersikap lebih berhati-hati menyusul ketidakjelasan implementasi beberapa kebijakan baru pemerintah. Ketidakpastian ini meningkatkan volatilitas sehingga pelaku pasar cenderung menghindari posisi yang terlalu agresif.
"Secara teknikal, IHSG diperkirakan akan bergerak mixed pada kisaran 6000-6250 di pekan ini," ujar Tim Phintraco.
Faktor Eksternal: Konflik Timur Tengah dan Laporan Korporasi AS
Dari luar negeri, ada katalis positif berupa indikasi kemajuan perundingan untuk meredakan konflik di Timur Tengah. Sentimen itu turut mendorong penguatan bursa AS pada akhir pekan lalu.
"Penguatan juga didukung laporan keuangan triwulanan dari produsen chip Nvidia dan peritel besar seperti Walmart," ujar Tim Phintraco.
Namun, kondisi masih fluktuatif karena kenaikan imbal hasil obligasi AS sempat menekan pasar. Sementara itu, harga minyak mengalami koreksi setelah muncul laporan negosiasi antara AS dan Iran yang meredakan kekhawatiran inflasi.
Pernyataan pejabat AS bahwa kesepakatan sedang disusun mendapat bantahan dari kantor berita Iran, sehingga berita terkait negosiasi masih simpang siur dan berpotensi memicu volatilitas baru.
Data Ekonomi dan Kalender Pasar
Pelaku pasar akan mencermati sejumlah data ekonomi AS yang berpotensi memengaruhi sentimen global, antara lain:
- Indeks harga belanja konsumsi pribadi (PCE Price Index).
- Data pemesanan barang tahan lama.
- Estimasi kedua Produk Domestik Bruto (PDB) AS triwulan I 2026.
Selain itu, Bursa AS libur memperingati Memorial Day pada 25 Mei, dan the Fed baru saja dipimpin oleh ketua baru, Kevin Warah, sejak Jumat lalu — faktor yang juga diamati pasar.
Dengan kombinasi sentimen domestik dan eksternal tersebut, IHSG diperkirakan tetap bergerak variatif dan sensitif terhadap perkembangan kebijakan serta data ekonomi global dalam beberapa hari mendatang.
Berita Terkait
Bank Jakarta Raih 7 Penghargaan Digital Brand 2026
Bank Jakarta meraih tujuh penghargaan pada Infobank-Isentia 2026, termasuk The Best Conventional Bank, berka...
Prabowo Tegaskan Danantara Jaga Uang Rakyat di Kebumen
Presiden Prabowo menegaskan Danantara harus menjaga uang rakyat dan mencegah kebocoran saat membuka Panen Ra...
Promo Tambah Daya PLN Mei-Juni 2026: Syarat, Cara, Biaya Diskon 50%
PLN buka promo tambah daya 'MeiLAJU Lebih Terang' 20 Mei–2 Juni 2026 dengan diskon hingga 50%; simak syarat,...
Pertamina dan ERIA Sepakati MoU Percepatan Transisi Energi
Pertamina dan ERIA menandatangani MoU riset transisi energi di IPA Convex 2026 untuk dukung kebijakan dan ka...
Prabowo Targetkan Swasembada Daging dalam 4-5 Tahun
Presiden Prabowo optimis Indonesia bisa mencapai swasembada daging dalam 4–5 tahun, disampaikan pada acara p...
Pemerintah Siapkan Sentra Budidaya Perikanan Ribuan Hektare
Pemerintah siapkan sentra budidaya perikanan ribuan hektare untuk tingkatkan produksi, serap tenaga kerja, d...