Nasional

Prabowo Soroti Peredaran Etomidate via Vape, Regulasi Akan Digodok

Bagikan:
Ilustrasi vape dan peredaran narkotika etomidate

Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian serius pada peredaran narkotika etomidate yang dikabarkan disalahgunakan melalui rokok elektrik atau vape. Pernyataan itu disampaikan Kepala BNN saat menjelaskan rencana pembahasan regulasi dan koordinasi antar lembaga di Istana, Jakarta, Selasa, 29 September 2026. Langkah ini menyusul penangkapan seorang selebgram yang diduga menggunakan etomidate lewat vape.

Alasan perhatian Presiden dan BNN

Kepala Badan Narkotika Nasional menyatakan adanya tren penyalahgunaan etomidate dalam bentuk cair yang dimodifikasi untuk dipakai lewat perangkat vape. Kasus ini dinilai berisiko karena memudahkan peredaran dan konsumsi di kalangan muda. Oleh sebab itu, pembahasan kebijakan akan difokuskan untuk menutup celah tersebut.

Rencana regulasi dan koordinasi antar lembaga

BNN akan membawa isu ini ke rapat kementerian dan lembaga terkait untuk merumuskan aturan pencegahan, pengawasan, dan penindakan. Meski koordinasi awal sudah dilakukan di bawah Kemenko PMK, Kepala BNN menegaskan pembahasan lebih mendalam masih diperlukan.

“Itu juga menjadi perhatian Bapak Presiden Prabowo terkait narkotika cair. Itu juga nanti akan dibahas secara khusus kembali,”

Berdasarkan rencana, regulasi akan mencakup pembatasan peredaran bahan kimia tertentu, pengawasan distribusi perangkat vape, serta sinergi penegakan hukum antarinstansi. Pembahasan ini juga akan melibatkan Kementerian Kesehatan dan badan riset terkait.

Ancaman kesehatan menurut BRIN

Kepala BRIN memberi peringatan tambahan: vape bukan hanya menjadi celah peredaran narkoba, tetapi juga berdampak buruk pada kesehatan. BRIN menyebut sekira 4 juta pengguna vape di Indonesia dan mengingatkan pentingnya intervensi regulatif dan edukasi publik.

“Vape juga menjadi salah satu celah yang bisa dimanfaatkan untuk penyebaran narkoba. Sehingga ini hal yang saya kira harus benar-benar diantisipasi,”

Hasil uji kesehatan oleh BRIN menunjukkan beberapa potensi risiko, antara lain gangguan paru-paru, gangguan pankreas, dan peningkatan risiko diabetes. Argumen ini memperkuat alasan perlunya pengaturan yang mengikat serta kampanye kesehatan.

Langkah ke depan

Dengan perhatian dari Presiden, diharapkan pembahasan regulasi dapat mempercepat pembuatan aturan teknis dan mekanisme pengawasan. Selain itu, sinergi antarlembaga ditargetkan menghasilkan kebijakan terpadu untuk mencegah penyalahgunaan etomidate serta melindungi kesehatan masyarakat.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait